Malioboro Jadi Kotor Saat CFD Selasa Wage, Pentas Kesenian Dievaluasi

Vattaya Zahra - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 17:52 WIB
Kepala Unit Pelaksana Tugas Malioboro Ekwanto (Vattaya Zahra/detikcom)
Kepala Unit Pelaksana Tugas Malioboro Ekwanto (Vattaya Zahra/detikcom)
Yogyakarta - Liburnya seluruh pedagang kaki lima (PKL) libur dan acara car free day (CFD) ternyata tak menjamin Malioboro, Yogyakarta, jadi lebih bersih pada Selasa Wage. Salah satu yang akan dievaluasi adalah penyelenggaraan pentas seni.

"Karena ini sudah euforia, saya tidak mungkin membendung. Nanti akan ada evaluasi untuk kebijakan-kebijakan terkait pentas kesenian, mungkin bisa bergeser tidak di Selasa Wage agar tetap steril," kata Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Malioboro Ekwanto ketika ditemui detikcom, Selasa (10/12/2019).


Ekwanto menjelaskan penyelenggaraan pentas seni pada Selasa Wage merupakan kebijakan pemerintah daerah dan pemerintah kota.

"Apakah pentas seperti ini akan dipertahankan atau dipindah ke hari lain, agar roh Selasa Wage akan tetap hidup," ungkap Ekwanto.

"Karena di akhir Selasa Wage itu pasti kotor. Jadi kan kontradiktif," lanjutnya.


Selama ini edukasi pengunjung agar menjaga kebersihan sudah dilakukan dengan siaran radio di sepanjang kawasan Jalan Malioboro. Namun radio tersebut masih terhalang jaringan karena lokasi kantor UPT Malioboro pindah sementara di kompleks Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

"Di sepanjang jalan itu ada radio, dan saya memantau dengan CCTV kalau misal ada yang membuang sampah sembarangan, langsung saya tegur lewat situ," jelas Ekwanto.



Simak juga video 7.000 Pesilat Unjuk Gigi di PMF ke-6:

[Gambas:Video 20detik]

(sip/skm)