Syarat Ribet, Calon Peserta Pilwalkot Solo: Mustahil Lolos Independen

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 18:36 WIB
Henry Indraguna (kiri) mendatangi kantor KPU Surakarta, Kamis (28/11/2019). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Ribetnya syarat pencalonan Pilkada 2020 melalui jalur independen membuat peminatnya pesimistis. Salah satunya pengacara artis Henry Indraguna yang beberapa waktu lalu telah menyatakan minatnya mengikuti Pilwalkot Solo lewat jalur independen.

Henry hari ini mendatangi KPU Surakarta untuk berkonsultasi mengenai persyaratan maju sebagai calon dari nonpartai politik. Dia menilai syarat sebagai independen mustahil dipenuhi.

"Saya melihat persyaratan ini sulit dipenuhi. Ini sama saja membunuh calon independen. Mustahil ada yang lolos," kata Henry di kantor KPU Surakarta, Kamis (28/11/2019).


Adapun syarat utama calon independen ialah mengumpulkan e-KTP yang dilengkapi surat pernyataan sebanyak 8,5 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. Di Solo, calon harus mengumpulkan 35.870 dukungan.

Jumlah tersebut dinilai cukup sulit dipenuhi. Apalagi aturan PKPU nomor 15 tahun 2019 memajukan batas akhir penyerahan berkas dari 5 Maret 2020 menjadi 23 Februari 2020.

"Saya survei ke 50 orang, 48 di antaranya tidak mau menandatangani surat pernyataan karena takut disalahgunakan. Belum lagi kalau surat pernyataan tidak memenuhi syarat (TMS)," ujarnya.


Apabila TMS, maka surat pernyataan dukungan harus diganti dua kali lipat dari surat yang TMS. Hal ini dia anggap sangat rawan karena penggalangan dukungan tidak mungkin dia lakukan seorang diri, melainkan membutuhkan banyak relawan.

"Saya tidak mungkin door to door mengingat waktu cukup mepet. Kalau pakai relawan, pengawasannya cukup sulit. Jadi memang aturan ini sangat menyulitkan," katanya.
Selanjutnya
Halaman
1 2