Siswa SMA di Bantul Tusuk Guru karena Cinta, Sekolah: Urusan Polisi

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 19:23 WIB
Ilustrasi (Foto: dok. detikcom)
Ilustrasi (Foto: dok. detikcom)
Kulon Progo - Pihak sekolah menunggu hasil proses hukum siswa laki-laki yang menusuk gurunya sendiri memakai pisau di Kabupaten Bantul. Kelanjutan pendidikan pelaku di sekolahnya yang berada di Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, itu belum bisa diputuskan.

"Kami menunggu proses polisi nanti, kami nunggu dulu hasilnya seperti apa, nanti baru bisa untuk menentukan (apakah masih bisa melanjutkan pendidikan di sekolahnya atau tidak)," kata kepala SMA tempat pelaku menempuh pendidikan, Didik Asmiarto, saat dihubungi detikcom, Kamis (21/11/2019).


Didik menyebutkan pihak sekolah menyayangkan apa yang menimpa siswa dan guru perempuan berstatus honorer itu. Kendati demikian, ia menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak berwajib.

"Kami sudah menyerahkan kasus ini ke polisi," ujarnya.

Didik menambahkan, setelah peristiwa tersebut, proses belajar-mengajar di SMA yang ia pimpin tetap berjalan seperti biasa. Namun ia meminta semua guru lebih jeli membaca situasi, khususnya jika ada siswa yang sering menghubungi secara personal, baik melalui pesan singkat maupun media sosial.


"Guru-guru sudah saya minta untuk tidak panik, karena (kasus ini) sudah dalam penanganan polisi. Hari ini juga tidak masalah (untuk proses belajar-mengajar)," katanya.

"Terus tadi juga sudah dilakukan briefing kepada guru-guru. Jadi misal ada sesuatu yang agak aneh, misal sering di-WA muridnya dan mengganggu (lewat) akun medsosnya, agar lebih waspada," imbuh Didik.

Diketahui, peristiwa penusukan terjadi Rabu (20/11) malam. Pelaku mendatangi rumah korban di Bantul dan menusuknya memakai pisau dapur. Pelaku yang sudah diamankan polisi ini mengakui perbuatannya karena cinta kepada korban. (rih/rih)