Bengawan Solo Tercemar Parah, Warga Sragen Mengeluh Bau dan Gatal

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 04 Nov 2019 13:21 WIB
Kondisi Bengawan Solo di Desa Tenggak Kecamatan Sidoharjo, Sragen. Foto: Andika Tarmy/detikcom
Sragen - Warga pinggiran Bengawan Solo di Sragen, Jawa Tengah mengeluhkan air sungai yang semakin hitam pekat dalam beberapa hari terakhir. Selain menimbulkan bau yang tidak sedap, kondisi air sungai berwarna hitam hingga memicu kematian ribuan ikan.

Kematian ribuan ikan ini terjadi setidaknya dalam tiga hati terakhir. Lestariyanti (38), salah seorang warga Dukuh Nglombo, Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, mengatakan kematian ikan ini terjadi dalam waktu bersamaan dengan kondisi air yang semakin pekat.

"Air sungai warnanya semakin hitam. Baunya juga tidak enak. Sejak tiga hari lalu, ikan-ikan mulai pada mati. Segala macam ikan dari patin hingga sapu-sapu," ujar Lestariyanti ditemui wartawan di tepi Bengawan Solo, Senin (4/10/2019).


Banyaknya ikan yang mati membuat bau tidak sedap semakin kuat. Bau ini berangsur hilang setelah banyak bangkai ikan yang terbawa arus, maupun kering akibat panas matahari.

"Baunya parah sekali. Apalagi bagi saya yang tinggal pas di tepi sungai. Ini jelas asalnya dari limbah," ujarnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2