Penjelasan Peneliti LIPI soal Merebaknya Tawon Vespa di Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 29 Okt 2019 15:40 WIB
Tawon vespa affinis yang sedang mewabah di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi)
Klaten - Peneliti dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hari Nugroho, menduga mulai maraknya temuan koloni sarang tawon Vespa affinis atau tawon ndhas di permukiman wilayah Kabupaten Klaten, Jateng, disebabkan oleh telah masuknya ke tahap berkembang biak dan terus berkurangnya habitat.

"Koloni mulai marak ditemukan karena bulan Agustus-Oktober merupakan masa koloni melepas ratu untuk membentuk koloni baru dalam rangka berkembang biak. Namun bisa jadi satu daerah dengan daerah lain berbeda karakter karena fenomena itu tergantung beberapa faktor lain yang mempengaruhi. Misalnya ketersediaan makanan di wilayah tersebut," jelasnya kepada detikcom, Selasa (29/10/2019).

Hari, yang pada 2018 turun ke Klaten bersama tim dari WHO, menyatakan saat ratu tawon membuat koloni baru, akan terbentuk sarang baru untuk menampung larva. Satu koloni bisa lebih dari satu ratu sehingga terus bertambah.

Di Kabupaten Klaten, berdasarkan data dua tahun terakhir, bulan Agustus-November merupakan masa maraknya sarang tawon Vespa. Koloni baru akan berkembang cepat jika didukung ketersediaan makanan.


Seperti hewan lainnya, selama pangan tersedia, proses berkembang biak akan berjalan tanpa halangan. Jenis tawon Vespa relatif bisa menyesuaikan dengan berbagai jenis makanan. Bukan hanya makan hewan lain dan buah, tetapi juga bisa mencari makan ke berbagai tempat karena sampah sisa dan daging pun menjadi makanannya.

Dengan kecenderungan makanan seperti itu, tawon Vespa bisa beradaptasi dengan cepat. Diakui Hari, kemunculan tawon jenis Vespa affinis di Kabupaten Klaten unik dibanding di daerah lain. Selain karena jumlah kasusnya banyak, mencapai ratusan, tawon tersebut agresif dan menyebabkan kematian warga yang diserang.

"Yang membuat warga lebih khawatir adalah sarangnya banyak di bangunan permukiman. Penyebabnya, habitat aslinya hutan dataran rendah terus berkurang karena pembangunan. Kemampuan bertahan dengan berbagai jenis makanan memungkinkan tawon Vespa bisa memiliki habitat baru membuat sarang di bangunan-bangunan," tambahnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2