Sendang Beji, Sumber Air yang Tak Pernah Kering saat Kemarau

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 17 Okt 2019 19:28 WIB
Sumber air di Sendang Beji yang tidak pernah kering meski musim kemarau, Kamis (17/10/2019). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom


Sementara itu, Wagiyah (42), warga setempat membenarkan bahwa air di Sendang Beji tidak pernah kering. Menurutnya, hal itu sudah terjadi sejak lama.

"Saya tinggal di sini (Dusun Pengkol) sudah sejak tahun 1997, dan sampai saat ini air di sendang itu alhamdulillah tidak pernah kering khususnya saat musim kemarau," ujarnya saat ditemui di kediamannya yang berada di seberang Sendang Beji, Kamis (17/10/2019).

Akan tetapi, karena musim kemarau yang cukup panjang tahun ini membuat debit air di Sendang Beji agak berkurang. Wagiyah menceritakan, bahwa ia bersama keluarganya dulu kerap mengambil air di sendang tersebut.

"Dulu saya sering ngambil air di sendang itu pakai ember, tapi sekarang sudah tidak karena saya pasang pipa yang langsung terhubung ke rumah. Saya mulai pasang pipa itu kalau tidak salah tahun 2008," ujar Wagiyah.

"Tapi yang sering ambil air secara langsung di situ juga masih ada. Yang ngambil air itu satu keluarga, biasanya mereka datang jam 6 pagi untuk mandi dan nyuci pakaian, terus sore sekitar jam 4 datang lagi untuk mandi," imbuh Wagiyah.


Menyoal banyaknya pipa yang terpasang di sumber air tersebut, Wagiyah menyebut pipa-pipa itu adalah milik warga yang memanfaatkan air dari Sendang Beji. Hal itu agar warga tidak perlu mengambil air menggunakan jeriken atau ember.

"Jadi air di sendang itu dimanfaatkan dua RT Mas, RT 1 dan RT 2, kalau pipa yang mengarah ke bawah itu ke RT 2, dan pipa yang tersambung pompa air itu ke RT 1. Karena letak RT 1 ada di atas sendang jadi harus pakai pompa air, kalau yang RT 2 kan landai, jadi airnya mengalir manual tidak perlu dipompa," ujarnya.

Tidak Pernah Kering, Warga Gunungkidul Manfaatkan Sendang Beji Selama KemarauSumber air di Sendang Beji yang tidak pernah kering meski musim kemarau, Kamis (17/10/2019). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Perempuan yang murah senyum ini menyebut bahwa biaya untuk memasang pipa berasal dari kantong pribadi. Kendati demikian, menurutnya banyak warga yang memasang pipa di sendang tersebut.

"Untuk RT 1 yang pakai hanya 12 KK dan untuk RT 2 hampir pakai semua air dari Sendang Beji. Setahu saya yang nggak pakai di RT 2 itu sekitar 5 rumah saja, jadi kalau dijumlah ya ada puluhan KK yang memanfaatkan air dari Sendang Beji ini," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3