detikNews
2019/10/02 19:26:19 WIB

Dampak Kemarau, Monyet Ekor Panjang Turun ke Permukiman Warga di Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Dampak Kemarau, Monyet Ekor Panjang Turun ke Permukiman Warga di Gunungkidul Ladang di Dusun Blondo, Desa Karangduwet, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul yang kerap didatangi monyet ekor panjang, Rabu (2/10/2019). (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Gunungkidul - Memasuki puncak musim kemarau, monyet jenis ekor panjang tak jarang turun ke ladang dan permukiman warga di Dusun Blondo, Desa Karangduwet, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul. Monyet-monyet tersebut diduga kelaparan karena stok makanan di habitatnya menipis.

Bahkan beberapa hari lalu seorang warga menemukan seekor monyet tergeletak lemah di bawah pohon pisang. Monyet itu dirawat warga, sayang nyawanya tidak tertolong.

Warga setempat, Riyanti (43), mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi pada 25 September 2019. Saat itu tetangganya, Timbul, membawa pulang seekor monyet ekor panjang.

"Saya tidak tahu detailnya. Yang saya tahu, malam itu Pak Timbul membawa seekor monyet ke rumahnya. Monyet itu diberi minum, makan, dan tubuhnya dibalut kain," katanya saat ditemui di Dusun Blondo, Rabu (2/10/2019).


Tak lama kemudian, petugas medis datang ke rumah Timbul untuk memeriksa kondisi monyet. Saat ditemukan, monyet terlihat sangat lemah dan tidak mau makan.

"Kata dokternya kemarin monyetnya itu kelaparan dan mengisap air di pelepah pohon pisang. Tapi besok paginya (26 September) monyet itu mati, dugaannya karena keracunan saat mengisap pelepah pohon itu," katanya.

Riyanti menambahkan, saat musim kemarau memang banyak monyet yang turun dari habitatnya ke ladang maupun permukiman warga. Namun penemuan monyet dengan kondisi tergeletak di tengah ladang baru pertama kali terjadi.

"Setiap musim kemarau pasti monyet-monyet turun dari gunung untuk mencari minum atau makanan. Pernah ada seekor monyet bertubuh besar itu masuk ke belakang rumah saya dan setelah itu pergi. Mungkin karena tidak menemukan air, jadi monyetnya pergi," ucap Riyanti.


Kehadiran monyet ekor panjang juga terjadi saat ia tengah bercocok tanam di ladang. Bahkan monyet-monyet itu mencuri air dan hasil panennya.

"Pernah ada kejadian, pas saya tinggal salat Zuhur, makanan dan ceret berisi air putih saya digondol monyet-monyet itu. Terus pas saya menanam kacang dan jagung itu pernah juga diikuti monyet, jadi benih yang saya tanam itu dimakan mereka," katanya.

"Meski monyet tidak menyerang, sejak kejadian itu saya tidak berani sendirian kalau ke sawah. Karena monyet-monyet itu datangnya bergerombol. Kalau tiba-tiba menyerang, gimana," imbuh Riyanti.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com