detikNews
Kamis 12 September 2019, 07:58 WIB

Round-Up

Gegara HP Disita, Siswa SMP di Gunungkidul Todongkan Senjata

Pradito Rida Pertana - detikNews
Gegara HP Disita, Siswa SMP di Gunungkidul Todongkan Senjata Siswa SMP mengancam guru memakai sajam gegara HP disita. (Foto: Tangkapan layar dari video di media sosial)
Jakarta - Seorang siswa di Gunungkidul melakukan tindakan tak terpuji. Untuk meminta kembali ponsel (HP) miliknya yang disita pihak sekolah, dia mengancam pihak guru dengan senjata tajam.

Seorang siswa laki-laki di SMPN 5 Ngawen, Gunungkidul, kedapatan bermain ponsel di dalam kelas saat jam pelajaran. Hal itu diketahui oleh guru pendidikan agama Islam. Oleh guru, HP tersebut langsung disita.


Aturannya, siswa SMP memang belum diperbolehkan membawa HP ke sekolah. Apabila siswa kedapatan membawa ponsel, ponsel itu akan disita dan akan dikembalikan setelah siswa membuat surat pernyataan yang diketahui oleh orang tua atau wali murid.

Sehari setelahnya, siswa tersebut datang ke sekolah, namun tidak mengikuti pelajaran. Dia membolos. Tak lama berselang, dia kembali ke sekolah namun kali ini tak memakai seragam dan membawa senjata tajam berupa sabit.

Sesampai di luar pagar sekolah, sembari menodongkan sabit, dia berteriak meminta agar ponselnya dikembalikan. Dari rekaman video yang viral, dia mengenakan kaus merah dan bercelana gelap. Berjalan tenang sembari tangannya memegang sabit.


Pihak sekolah tak mau ambil risiko. HP milik si bocah dikembalikan dengan cara dilempar ke lantai. Setelah menerima ponselnya kembali, siswa tersebut langsung keluar dari halaman sekolah dan tidak mengikuti pelajaran.

Polsek Ngawen turun tangan untuk ikut menyelesaikan persoalan tersebut. Demikian juga dengan Disdikpora Kabupaten Gunungkidul. Pihak sekolah mengakui kejadian tersebut dan akan membina siswa tersebut agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.


Kapolsek Ngawen AKP Kasiwon menduga remaja tersebut nekat menenteng sajam untuk mengancam sang guru karena terbawa emosi akibat ponselnya disita.

"Jadi bisa dikatakan emosi sesaat, namanya juga remaja, emosinya kan masih labil. Apalagi selama ini dia hanya tinggal bersama saudaranya, karena kedua orang tuanya merantau," ucapnya.


Ditambahkannya, permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Namun ia tetap akan memanggil Kepala SMP N 5 Ngawen untuk dimintai keterangan terkait penyebab detail kejadian tersebut.



Ponsel Disita, Murid SMP Bawa Sajam Ancam Guru:

[Gambas:Video 20detik]


Gegara HP Disita, Siswa SMP di Gunungkidul Todongkan Senjata

(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com