Sultan HB X Akan Dianugerahi Gelar Doktor HC oleh UNY Yogyakarta

Usman Hadi - detikNews
Selasa, 03 Sep 2019 15:44 WIB
Sultan HB X bersama istri. (Foto: Instagram @gkrhayu)
Yogyakarta - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berencana memberikan gelar doktor honoris causa (HC) kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Sultan akan menjadi doktor honoris causa untuk bidang manajemen pendidikan karakter.

Prosesi penganugerahan gelar doktor HC akan dilaksanakan Kamis (5/9). "Kami ingin mengangkat Sri Sultan itu untuk (diberi) penghargaan doktor honoris causa manajemen pendidikan karakter," jelas Rektor UNY Sutrisna Wibawa kepada wartawan, Selasa (3/9/2019).

UNY telah memproses usulan agar Sultan diberi gelar doktor HC sejak 1,5 tahun yang lalu. Dalam prosesnya, UNY telah mengumpulkan karya-karya Sultan HB X, seperti pidato dan sumber-sumber lainnya yang berada di pemda DIY.

"Terutama (sumber) di Pemda (DIY) karena kebijakan pendidikan karakter itu lebih banyak ke pemda, beliau sebagai gubernur. Saya kira teman-teman tahu juga ada peraturan gubernur (DIY) tentang pendidikan berwawasan budaya," sambungnya.


Pendidikan karakter di DIY, lanjut Sutrisna, tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai budaya yang dimasukkan oleh pemerintah. Sutrisna berharap pendidikan karakter berbasis budaya yang diterapkan di DIY bisa diadopsi oleh pemerintah daerah lainnya.

"Kita ingin pendidikan karakter yang berbasis budaya juga bisa diterapkan di seluruh Indonesia. Indonesia ini untuk (pendidikan) budaya kan tidak ada, yang punya kan (pendidikan) budaya masing-masing daerah," tuturnya.


Sutrisna melanjutkan, UNY total telah memberikan gelar doktor HC empat kali, yakni kepada Amri Yahya, Ary Ginanjar, Taufiq Ismail, dan Darsono. Jika hal itu terealisasi, Sultan HB X akan menjadi orang kelima yang memperoleh gelar doktor HC dari UNY.

"Di dalam konteks UNY memberi (gelar) doktor honoris causa itu dalam konteks gubernurnya, sebagai orang nomor satu di DIY," lanjut promotor yang memberikan gelar doktor HC kepada Sri Sultan HB X, Prof Sumitro A Sayuti. (ush/mbr)