Diperiksa KPK soal Kasus Bupati Tamzil, Ini Kata Direktur RSUD Kudus

Akrom Hazami - detikNews
Senin, 02 Sep 2019 15:12 WIB
Petugas KPK saat berada di Pemkab Kudus, beberapa waktu lalu. -- Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Hari ini, KPK memanggil tiga orang pejabat Pemkab Kudus dan pihak swasta terkait kasus dugaan suap Bupati nonaktif Kudus, Muhammad Tamzil.

Mereka adalah Plt Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Kasmudi, Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Abdul Aziz Achyar, serta satu pihak swasta yaitu Direktur Radar Kudus, Baehaqi.

Hingga siang ini, satu yang berhasil dikonfirmasi detikcom adalah Direktur RSUD dr Loekmono Hadi, Abdul Aziz Achyar. Dihubungi via sambungan telepon, Aziz membenarkan adanya panggilan KPK terhadap dirinya, hari ini.

"Hanya dipanggil sebagai saksi. Klarifikasi saja. Supaya nyambung. Saya jawab apa adanya," kata Aziz, Senin (2/9/2019).
Aziz yang dihubungi tengah berada di Hotel Ibiz, Cawang, Jakarta menambahkan, KPK menanyakan yang terjadi pada Jumat (26/7/2019) siang hari. Hari itu adalah waktu penangkapan atau OTT KPK terhadap Tamzil.

"Ditanyakan waktu itu 26 (tanggal 26/7) saya memang berada di ruang beliau (Tamzil). Karena waktu itu apa saja yang dilakukan, itu ditanyakan semua," terang Aziz membeberkan apa yang ditanyakan KPK terhadap dia.

Dia dipanggil KPK hari ini. Sesuai undangan yang diterimanya, Aziz datang ke KPK pukul 10.00 WIB. "Undangan jam 10. Diterima jam 11. Ini saya sudah di hotel Ibiz di Cawang," ujarnya.

"Untuk klarifikasi kebenarannya itu, saya diundang untuk menjelaskan. Saya sampaikan memang benar. Tanggal 25 saya dapat WA dari ajudan (ajudan bupati) untuk menghadap jam 8. Kemudian jam 8.15 saya datang ke pak bupati," imbuh dia.

Dia memenuhi panggilan bupati terkait pengelolaan atau penataan parkir di RSUD Kudus. "Materinya apa? Materinya masalah beliau (bupati) memerintahkan penataan soal parkir di RSUD," bebernya.

Selanjutnya KPK menanyakan beberapa hal yang lebih menjurus ke kasus yang menjerat Tamzil.

"Bapak lihat apakah di situ ada pemberian uang? Saya jawab tidak. Menyaksikan ada pemberian uang? Tidak. Ada orang yang memberikan uang ke Pak Tamzil? Saya jawab tidak. O ya sudah, selesai. Satu jam selesai," ungkap Aziz memaparkan materi yang ditanyakan kepadanya.

"Tadi sudah, saya sudah diperiksa. Sudah. Sudah tanda tangan berita acara. Klarifikasi saja. Neng kono ono opo? kan ngono tok," ujarnya.
Lantas apakah dia akan dipanggil KPK lagi? Aziz memperkirakan tidak akan lagi dipanggil KPK. Karena sudah selesai. "Saya kira enggak. Saya tidak ada hal yang salah di rumah sakit," imbuhnya.

Dia mengetahui jika hari ini ada tiga orang lainnya dari Kudus yang dipanggil KPK.

"Ada tiga orang lainnya, Eko, Kasmudi, dan dari Radar Kudus. Tapi saya tidak tahu apa mereka sudah selesai belum. Mungkin saya paling cepat. Jam 12.15 selesai. Saya diperiksa di kantor KPK, di lantai 2. Saya tidak ada masalah, hanya diperiksa sebagai saksi," pungkasnya.

Diketahui, Tamzil ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menerima suap terkait pengisian jabatan di wilayahnya. Ada dua orang lainnya yang ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu staf khusus bupati, Agus Soeranto, dan Plt Sekdis DPPKAD Kudus, Akhmad Sofyan.

Tamzil diduga menerima duit Rp 250 juta dari Akhmad lewat Agus. Duit itu diduga untuk keperluan pembayaran utang pribadi Tamzil.


Kasus Tamzil, KPK Geledah Kantor Pemkab Kudus:

[Gambas:Video 20detik]



(skm/skm)