BMKG Imbau Warga Jateng Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Musim Hujan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 28 Agu 2019 15:51 WIB
BMKG mengimbau warga Jateng mewaspadai cuaca ekstrem menjelang musim hujan. (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di Jawa Tengah mundur sekitar 20 hari. BMKG mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi angin kencang pada masa transisi.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Tuban Wiyoso, mengatakan tahun ini musim hujan mundur 1 hingga 2 dasarian atau 20 hari. Hal itu karena pengaruh kondisi suhu perairan.

"Tahun ini dibanding rata-rata curah hujan mundur 1-2 dasarian. Curah hujannya normal," kata Tuban di kantornya, Rabu (28/8/2019).


BMKG Imbau Warga Jateng Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Musim HujanKepala BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Tuban Wiyoso, memberikan keterangan pers terkait awal musim hujan di Jateng. (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Dijelaskannya, pada umumnya musim hujan masuk pada bulan Oktober, namun tahun ini di Jawa Tengah hanya sebagian, yaitu di daerah pegunungan. Ia pun mengimbau masyarakat mewaspadai angin kencang pada awal musim hujan.

"Awal musim hujan nanti, waspada angin kencang, terutama mulai bulan Oktober," tegasnya.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Semarang Iis W Harmoko menambahkan, selain angin kencang, hujan yang terjadi sebelum memasuki musim hujan berpotensi lebat disertai petir.

"Cuaca ekstrem sebelum masuk musim hujan, hujan lebat durasi pendek, disertai petir dan angin kencang," jelas Iis.

Kepala BMKG Ahmad Yani, Ahadi Subarkah Raharjo, menambahkan pada musim pancaroba pihaknya selalu memberikan update terkait potensi bencana, termasuk tanah longsor. Informasi itu akan disampaikan kepada daerah yang bersangkutan.

"Akan update terus informasinya, kita 3 sampai 7 hari sebelumnya bisa sampaikan. Kita sampaikan di daerah rawan longsor per kecamatan," jelas Ahadi.


Dari data BMKG, wilayah Jawa Tengah yang akan masuk musim hujan pada minggu pertama bulan Oktober adalah sebagian wilayah Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas, dan Purbalingga, yang umumnya di pegunungan.

Kemudian Oktober minggu kedua ada di sebagian besar Kabupaten Banyumas, Purbalingga, wilayah selatan Brebes, Tegal, dan Pemalang. Kemudian sebagian Banjarnegara, wilayah selatan Kabupaten Pekalongan, Batang, sebagian kecil Kabupaten Wonosobo, Temanggung, Magelang, Kendal, Cilacap.

Oktober minggu ketiga ada Kabupaten Cilacap dan Wonosobo, sebagian Kabupaten Purworejo, dan Banjarnegara. Wilayah utara Kabupaten Kebumen, sebagian kecil Kabupaten Banyumas dan Magelang.

Sisanya akan memasuki musim hujan pada November-Desember 2019. Puncak musim hujan terjadi pada bulan Januari-Februari 2020. Periode musim hujan terpendek di Jawa Tengah adalah 13 dasarian dan terpanjang 24 dasarian.



Tonton video Hujan Mulai Guyur Jakarta, Anies Harap Kualitas Udara Membaik:

[Gambas:Video 20detik]

(alg/skm)