detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 17:58 WIB

Dicopot Usai Jadi Saksi Ahli HTI, Prof Suteki Gugat Rektor Undip

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Dicopot Usai Jadi Saksi Ahli HTI, Prof Suteki Gugat Rektor Undip Prof Suteki. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Dosen Undip, Prof Suteki menggugat Rektor Undip Prof Yos Johan Utama ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Gugatan terkait pemberhentian dua jabatan penting yang diembannya.

Rektor Undip Semarang memberhentikan Prof Suteki dari jabatan Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum dan Ketua Senat Fakultas Hukum pada 28 November 2018. Hal itu merupakan buntut dari kesediaan Suteki menjadi saksi ahli dalam persidangan gugatan Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta dan Judicial Review di Mahkamah Konstitusi pada Oktober 2017.

Suteki dianggap melanggar disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010. Rektor memberhentikan Suteki dari jabarannya melalui surat keputusan nomor : 586/UN7.P/KP/2018 tentang pemberhentian dua jabatan penting dan beberapa jabatan lain di luar kampus.

Hari Selasa kemarin Suteki didampingi 21 kuasa hukum melalui kantor hukum "Dr Achmad Arifullah, SH MH & Patners" mengajukan gugatan sengketa atas terbitnya surat keputusan rektor tersebut dan sudah terdaftar dengan nomor register perkara: 61/G/2019/PTUNSMG tertanggal 20 Agustus 2019.

"Klien kami dicopot dari jabatannya tanpa ada proses mekanisme yang diatur sesuai kode etik atau proses klarifikasi melalui sidang disiplin ASN, maupun Senat Universitas, melainkan langsung memberhentikan klien kami tanpa ada pemeriksaan langsung terhadap klien kami," ujar Ketua Advokasi Prof Suteki, Dr Achmad Arifullah lewat siaran persnya, Rabu (21/8/2019).


Menurut Achmad, kehadiran kliennya di sidang HTI sebagai ahli sesuai dengan keilmuannya, namun hal itu malah dinilai melanggar Pasal 3 angka 3 PP Nomor 53 Tahun 2010 oleh Rektor UNDIP. Kliennya yang merupakan Guru Besar yang mengajar ilmu hukum dan pancasila selama 24 tahun tersebut merasa dirugikan atas hak jabatan, dan nama baiknya sebagai penerus Yayasan institute Satjipto Fondation.


"Silahkan Rektor UNDIP pun diminta membuktikan bentuk pengkhianatan atau pemberontakan apa yang telah dilakukan terhadap kliennya. Jangan tiba-tiba mengeluarkan surat keputusan tanpa pemeriksaan sesuai aturan," tandasnya.

Achmad juga menyebut Rektor UNDIP juga mengeluarkan surat pemberhentian kepada Suteki dan menyampaikan surat pemberhentian sebagai dosen kepada Gubernur Akademi Kepolisian dengan nomor: 4977/UN6.P/KP/2018 tentang penggantian tenaga pengajar Undip di Akpol.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com