Rektor Undip Ingin Dapat Penjelasan dari Menristek Soal 'Rektor Impor'

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 26 Jul 2019 16:56 WIB
Rektor Undip, Yos Johan Utama. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Rektor Universitas Diponegoro Semarang, Yos Johan Utama masih ingin mencari tahu penjelasan soal rencana Kemenristekdikti mendatangkan rektor dari luar negeri untuk memimpin kampus. Johan berharap bisa mendapatkan penjelasan langsung dari menteri.

Yos Johan mengatakan saat ini pihaknya belum bisa berkomentar banyak soal rencana tersebut. Ia mengaku masih belum paham maksud pasti dari rencana itu.

"Teknisnya belum paham. Belum paham tak komentari piye (mau komentar bagaimana)," kata Johan di kampusnya, Jumat (26/7/2019).

Namun ia berharap dapat penjelasan langsung dari Menristekdikti, M Nasir soal "rektor impor" tersebut. Dengan penjelasan dari menteri ia menganggap akan paham dengan maksud dari rencana tersebut.


"Nanti saya biar dapat (penjelasan) langsung dari Pak Menteri maksudnya apa. Pasti ada latar belakang di balik itu, seperti apa. Daripada keliru, belum punya pandangan. Nanti kalau sudah beliau jelaskan baru oke," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Menristekdikti, M Nasir bicara soal rencana mendatangkan rektor dari luar negeri untuk menjadi rektor di Indonesia. Rencana itu pernah diusulkan M Nasir namun mendapat penolakan.


Menristekdikti menyebut dengan adanya rektor dari luar negeri, bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM di kampus. Ia mencontohkan beberapa negara yang berhasil menerapkan itu.

"Kita belajar, Singapura maju karena rektor dari luar negeri, Taiwan maju karena rektor dari luar negeri, China maju karena rektor dari luar negeri. Bahkan Arab yang 800 tidak masuk, sekarang rektor dari Amerika 40 persen, Amerika dan Eropa, sekarang masuk 189. Ini jadi tantangan, maka canangkan tahun 2020 bagaimana rektor ada dari perguruan tinggi asing. Akan saya petakan lagi," kata M Nasir, Senin (22/7) lalu. (alg/sip)