Korban Investasi Bodong Alfarizi Diminta Tak Jarah Aset karena Alasan Ini

Korban Investasi Bodong Alfarizi Diminta Tak Jarah Aset karena Alasan Ini

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 19 Jul 2019 16:23 WIB
Ratusan korban investasi bodong Alfarizi datangi Polres Klaten, Kamis (18/7/2019). Foto: Bayu Ardi Isnanto
Ratusan korban investasi bodong Alfarizi datangi Polres Klaten, Kamis (18/7/2019). Foto: Bayu Ardi Isnanto
Klaten - Polisi mengimbau korban investasi bodong Alfarizi tak main hakim sendiri. Imbauan ini bukan tanpa alasan.

"Kami harap masyarakat tidak main hakim sendiri. Karena seluruh barang yang ada di kantor merupakan barang bukti kasus," kata Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah saat dihubungi detikcom, Jumat (19/7/2019).

Dicky menjelaskan bahwa kantor, PT Krishna Alam Sejahtera (KAS), di Klaten sudah dijual oleh Alfarizi.

"Dulu dibeli oleh pelaku, tapi sekarang sudah pindah tangan. Dia sudah tidak punya aset di sini," kata Dicky.


Kamis (11/7) lalu, kantor PT KAS itu sempat digeruduk mitra yang juga korban investasi bodong. Bahkan menurut warga sekitar, beberapa orang sempat mengambil barang-barang di sana.

Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi sebelumnya menjelaskan bahwa untuk bergabung menjadi mitra, warga harus membayarkan uang pendaftaran sesuai paket yang dipilih. Ada tiga paket, yakni senilai Rp 8 juta, Rp 16 juta dan Rp 24 juta. Namun selanjutnya mitra bisa terus menambah jumlah investasinya.


Setelah mendaftar, mitra mendapatkan peralatan untuk bekerja, seperti oven hingga bahan-bahan jamu. Mitra hanya bertugas mengeringkan bahan jamu yang basah.

Menurut Aries, pengeringan bahan jamu hanyalah akal-akalan Alfarizi. Usaha tersebut dilakukan untuk mengelabui mitra.




Tonton Video Tergiur Untung Besar, Banyak Warga Babel Tertipu Bitcoin:

[Gambas:Video 20detik]

(bai/sip)