detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 16:33 WIB

Ibu Kandung Tega Hajar Anak Hingga Tewas, Polisi: Karena Korban Rewel

Ragil Ajiyanto - detikNews
Ibu Kandung Tega Hajar Anak Hingga Tewas, Polisi: Karena Korban Rewel Pelaku penganiaya anak kandung hingga tewas di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Siti Wakidah alias Ida (30) akhirnya mengakui telah menganiaya anaknya, F (6) hingga tewas. Apa alasan Ida sampai tega berbuat sekeji itu?

"Tersangka melakukan kekerasan kepada korban karena jengkel korban rewel," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Mulyanto kepada wartawan di kantornya Rabu (17/7/2019).

Mulyanto menjelaskan bahwa F terus menangis pada Rabu (10/7) sekitar pukul 22.00 WIB. Kemungkinan, kata Mulyanto, korban menangis karena tak enak badan.


Menurut pengakuan Ida, anaknya itu rewel hingga Kamis (11/7) sekitar pukul 03.00 WIB. Sedangkan dua hari sebelumnya, Ida juga sudah melakukan kekerasan kepada F dengan mencubiti di beberapa bagian badan korban. Saat rewel itu lah, kata Mulyanto, tersangka malah menganiaya anaknya dengan kekerasan yang lebih berat.

"Tersangka melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara memukul perut, membenturkan kepala ke lemari dan mencakar punggung korban karena saat itu korban rewel," jelas Mulyanto.

Mulyanto melanjutkan bahwa akhirnya korban terdiam, tak menangis lalu tertidur pada Kamis (11/7) dini hari. Keesokan paginya korban bangun dan sempat sarapan bubur. Hingga kemudian pada korban tidur lagi dan ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.


Para tetangga di Dukuh Tanduk, Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali yang ikut memandikan dan mengkafani jenazah korban, kaget mendapati kondisi tubuh bocah berperawakan bersih tersebut. Di tubuh korban banyak ditemukan luka lebam hampir di sekujur tubuhnya.

Sedangkan jenazah F langsung dimakamkan pada hari itu juga di Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Informasi kematian korban yang tidak wajar itu pun didengar polisi yang langsung melakukan penyelidikan.


Polres Boyolali akhirnya melakukan bongkar kubur dan melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Hasilnya, ada bekas kekerasan pada tubuh korban.

Ditemukan banyak kekerasan pada tubuh kocah kecil itu dan korban meninggal dunia karena benturan benda tumpul. Selain itu, ditemukan ada luka dalam yaitu pendarahan di otak.

Simak Video "Ini Loh Proses Bikin Keju Boyolali"
[Gambas:Video 20detik]

(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com