detikNews
Rabu 03 Juli 2019, 17:13 WIB

SMA di Solo Bantah Tudingan Penyalahgunaan Surat Domisili PPDB

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
SMA di Solo Bantah Tudingan Penyalahgunaan Surat Domisili PPDB PPDB online di SMAN 7 Surakarta. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Surat Keterangan Domisili (SKD) dalam persyaratan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA di Jawa Tengah dipermasalahkan sejumlah orang tua murid karena rawan disalahgunakan. Tudingan itu dibantah oleh pihak sekolah.

Awalnya penggunaan SKD diduga menjadi penyebab banyaknya populasi pendaftar yang tinggal di sekitar sekolah. Seperti di sejumlah SMA yang dianggap favorit di Solo, kuota sudah terpenuhi oleh pendaftar dari jarak sekitar 1 km.

Seperti terlihat pada situs PPDB Jateng, pendaftar SMAN 1 memiliki jarak terjauh 1,6 km, SMAN 4 jarak terjauhnya 1,3 km, kemudian SMAN 7 jarak terjauhnya 1,1 km. Dugaannya, para pendaftar memakai SKD agar diterima di sekolah terkait.


Ketua PPDB SMAN 4 Surakarta, Nanang Inwanto, mengatakan pihaknya telah menyeleksi berkas pendaftaran. Dia mencatat hanya ada 20 pendaftar yang menggunakan SKD.

"Jumlahnya hanya sedikit, yaitu 20 pendaftar dari 991 orang yang melakukan verifikasi berkas di SMAN 4," kata Nanang saat ditemui detikcom di kantornya, Rabu (3/7/2019).

Jumlah 20 orang itu pun tidak seluruhnya diterima di SMAN 4 karena domisilinya tidak cukup dekat dengan sekolah. Antara lain ada 4 pendaftar dari beberapa kelurahan di Kecamatan Colomadu, Karanganyar dan 1 pendaftar dari Kelurahan Tipes, Solo.


"Tidak semua yang pakai SKD pasti lolos. Dan semua SKD sudah kita verifikasi faktual, kita cek langsung ke rumahnya. Artinya tuduhan SKD palsu itu sulit dibuktikan," ujar dia.

Sementara Ketua PPDB SMAN 7 Surakarta, Reni Ernawati, mengatakan di sekolahnya hanya ada 16 pendaftar dengan SKD. Sedangkan jumlah peserta yang melakukan verifikasi di SMAN 7 ada 758 orang.

Seperti di SMAN 4, jumlah 16 pendaftar SMAN 7 itu tidak seluruhnya diterima. Hanya 6 peserta ber-SKD yang masuk dalam kuota zonasi.

"Jumlahnya sangat kecil yang pakai SKD, kebanyakan pakai kartu keluarga (KK). Dan semuanya sudah kami verifikasi langsung ke rumah," pungkasnya.

Simak Video "Tumpeng Kirab Kraton Solo, Solo "
[Gambas:Video 20detik]

(bai/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com