detikNews
Senin 01 Juli 2019, 14:22 WIB

Komplain Peserta PPDB di Solo Terlempar ke SMA yang Jauh

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Komplain Peserta PPDB di Solo Terlempar ke SMA yang Jauh Suasana PPDB hari pertama di SMAN 7 Surakarta, Senin (1/7/2019). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Jawa Tengah mulai mendapatkan komplain di hari pertama pendaftaran. Salah satunya karena sistem zonasi yang dinilai tidak sesuai dengan tujuannya, yaitu mendekatkan jarak sekolah.

Salah seorang pendaftar di SMAN 7 Surakarta, Raja Mahendra, telah mendaftar secara mandiri, Senin (1/7/2019) pukul 00.00 WIB. Pagi ini, namanya sudah tidak ditemukan di dalam jurnal sementara.

Ternyata namanya sudah terlempar ke SMAN 1 Mojolaban Sukoharjo yang jaraknya sekitar 8 km dari rumahnya di Grogol, Sukoharjo. Padahal dia memilih SMAN 7 Surakarta yang jaraknya sekitar 4 km dari rumah.

"Tadi sempat masuk ke SMAN 1 Mojolaban, kok jaraknya lebih jauh. Padahal di dekat rumah saya tidak ada sekolah negeri lain. Ini baru saja saya cek, sudah terlempar lagi namanya, bingung mau sekolah mana," kata orang tua Raja, Yati kepada detikcom di SMAN 7 Surakarta.


Sedangkan temannya yang juga berasal dari Grogol, Alexander, mengaku telah terlempar dari SMAN 7 Surakarta. Dia juga dialihkan ke SMAN 1 Mojolaban Sukoharjo.

"Kalau nama saya sekarang masih ada di SMAN 1 Mojolaban. Belum tahu nanti bakal tergeser atau tidak," katanya.

Pantauan detikcom di situs PPDB online SMA/SMK Jateng, terlihat jumlah pendaftar sudah melebihi kuota. Rata-rata jarak terjauh yang kemungkinan besar lolos ialah tak sampai 2 km. Namun di beberapa sekolah, jarak terjauhnya mencapai 3-4 km.

Sementara itu, orang tua pendaftar SMAN 1 Surakarta dari Jebres, Surakarta, Rudi Cahyono, memrotes aturan prestasi yang berubah. Informasi awal yang ia terima, jalur zonasi prestasi akan diproses lebih dahulu, jika tidak lolos maka akan dialihkan ke zonasi reguler.


"Ternyata aturannya ganti. Anak saya daftar jalur zonasi prestasi di SMAN 1 Surakarta, tapi sekarang harus ikut proses yang zonasi reguler dulu di SMAN 3 Surakarta yang jaraknya lebih dekat rumah. Nanti kalau tidak diterima, baru bisa ikut jalur zonasi prestasi SMAN 1," kata Rudi.

Dia yakin anaknya dapat lolos ke SMAN 1 Surakarta melalui jalur zonasi prestasi. Anaknya yang merupakan lulusan SMPN 1 Surakarta, Satia, memiliki modal nilai Ujian Nasional (UN) 38 atau rata-rata 9,5.

"Anaknya kan inginnya SMAN 1, nilainya bagus. Tapi ternyata harus ikut zonasi dulu. Seharusnya aturan itu harus disosialisasikan dengan baik, jangan mendadak," katanya.

Simak Video "Tumpeng Kirab Kraton Solo, Solo "
[Gambas:Video 20detik]

(bai/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com