detikNews
Kamis 13 Juni 2019, 20:45 WIB

Dalam 9 Hari, 24 Balon Udara Liar Masuk Jalur Penerbangan Yogya

Ristu Hanafi - detikNews
Dalam 9 Hari, 24 Balon Udara Liar Masuk Jalur Penerbangan Yogya Ilustrasi (Foto: Wahyu Setyo Widodo)
Sleman - PT AirNav Indonesia Cabang Yogyakarta menerima 24 laporan adanya balon udara terbang liar di jalur penerbangan menuju Yogyakarta. Laporan itu terjadi dalam 9 hari terakhir.

"Tanggal 5 Juni 2019 sampai hari ini ada 24 laporan dari pilot terkait penerbangan balon udara terbang liar," kata General Manager PT AirNav Indonesia Cabang Yogyakarta, Nono Sunaryadi kepada wartawan, Kamis (13/6/2019).

Hal itu disampaikannya seusai apel penutupan Posko Angkutan Udara Lebaran 2019 di lapangan NDB Angkasa Pura I Yogyakarta.


Laporan balon udara terbang liar itu berasal dari pilot pesawat komersial. Pilot secara visual melihat keberadaan balon terbang yang berada di sekitar jalur penerbangan dari Jakarta arah Yogyakarta.

"Yang jelas masuk jalur penerbangan menuju Yogya, dari (Jakarta) Cirebon-Yogya, di sekitar jalur itu," jelasnya.

Balon udara itu diduga diterbangkan dari wilayah Wonosobo yang memiliki tradisi menerbangkan balon udara saat Lebaran. Meski dari segi jumlah menurun jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebanyak 45 laporan, namun AirNav tetap menegaskan menerbangkan balon udara secara liar mengancam keselamatan penerbangan.

"Jangan ada lagi balon udara terbang liar. Karena kalau masuk mesin pesawat, bisa terbakar dan meledak," tandasnya.

"Kami secara intens telah koordinasi dengan kepolisian, terutama di Wonosobo, Pekalongan, termasuk dengan Koramil dan instansi pemerintah, tokoh masyarakat, untuk antisipasi penerbangan balon liar," sambung Nono.


Nono menambahkan, menerbangkan balon udara tidak dilarang. Pemerintah telah mengakomodir sesuai Permenhub 40/2018 dan menggelar festival balon udara dengan harapan semua bentuk penerbangan balon bersifat liar tidak terulang lagi.

"Bukan tidak boleh sama sekali, tapi diatur. Penerbangan balon udara yang katanya merupakan tradisi di Wonosobo dan Pekalongan, dan lain-lain, sehingga kalau dihilangkan susah," ujarnya.

"Aturan di antaranya tinggi balon maksimal 7 meter, diameter 4 meter, ketinggian terbang 150 meter, ditambatkan minimal tiga tali. AirNav akomodir dalam bentuk festival, 12 Juni di Ponorogo dan Pekalongan, kemudian 15 Juni di Wonosobo," imbuhnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed