detikNews
Selasa 11 Juni 2019, 12:41 WIB

Harga Air Mahal, Warga Wonogiri Pilih Tempuh Belasan Kilometer ke Telaga

Aris Arianto - detikNews
Harga Air Mahal, Warga Wonogiri Pilih Tempuh Belasan Kilometer ke Telaga Warga Kecamatan Paranggupito Wonogiri mengambil air dari telaga. Foto: Aris Arianto/detikcom
Wonogiri - Tidak semua warga terdampak kekeringan di Wonogiri selatan membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari. Sebagian lebih memilih mengambil langsung dari sumber air seperti telaga.

Penelusuran detikcom, Selasa (11/6/2019), untuk mengambil air secara langsung ke sumbernya atau ngangsu dalam istilah setempat, warga rela menempuh jarak belasan kilometer. Dulu jarak sejauh itu dilalui dengan berjalan kaki. Namun sekarang, banyak warga yang mengangkut air dengan sepeda motor.

Warga di Kecamatan Pracimantoro, Paranggupito, maupun Giritontro sangat akrab dengan aktivitas ngangsu itu. Air telaga yang juga sudah mulai mengering menjadi tujuan para warga mendapatkan air bersih. Sebab untuk membeli air bersih warga harus merogoh kocek hingga Rp 150 ribu per tangki.

"Jarak rumah saya sampai ke telaga ini sekitar tujuh kilometer lebih. Setiap hari saya bolak balik bisa dua kali, jadi sekali datang dan pulang bisa berjarak 14 kilometer," ungkap, Sutini, warga Kecamatan Paranggupito.

Jarak sejauh itu dia tempuh untuk mencapai sumber air bersih di desanya, Telaga Waru, Desa Johunut Kecamatan Paranggupito. Saat pagi dia pergi ke telaga mengambil air bersih untuk masak dan minum. Siang harinya giliran dia datang mencuci pakaian kotor.



Warga lainnya, Boinem mengaku menempuh jarak belasan kilometer sudah merupakan hal lazim. Sebagian besar perempuan di desanya melakukan hal serupa.

"Kalau ada uang dan telaga sudah kering betul, ya beli dari mobil tangki," ujar dia.

Menurut dia, warga harus berhemat mengingat ketersediaan air telaga semakin menipis. Saat ini telaga masih digunakan untuk mandi, mencuci, dan memasak.

Warga Kecamatan Pracimantoro, Hana mengatakan, sudah sekitar satu bulan lebih ini warga membeli air bersih. Satu tangki berisi 6.000 liter air bersih saat ini dibeli warga dengan harga Rp120 ribu.

Bak penampungan air bersih yang berada di belakang rumah-rumah warga kini mulai menyusut. Bak itu sebelumnya berisi air hujan dan air dari telaga sekitar.

Biasanya, setelah dibeli, air segera dimasukkan ke bak penampungan di belakang rumah. Ukuran bak penampungan bervariasi, ada yang baru penuh setelah diisi 3 tangki 6000 liter. Namun ada pula yang sudah penuh ketika dimasuki air 1,5 tangki.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed