DetikNews
Jumat 24 Mei 2019, 15:34 WIB

Pernah Terjangkit Antraks, Boyolali Rutin Vaksin Ternak

Ragil Ajiyanto - detikNews
Pernah Terjangkit Antraks, Boyolali Rutin Vaksin Ternak Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
boyolali - Kabupaten Boyolali terus mewaspadai penyakit antraks agar tak muncul lagi. Sebab pernah terjadi kasus antraks yang menyerang ternak sapi disalah satu daerah di Boyolali.

Upaya pencegahan dengan vaksin antraks rutin dilakukan setiap tahun. Harapannya kasus antraks tidak terjadi lagi.

"Pencegahan antraks sudah rutin kami lakukan tiap tahun. Termasuk vaksinasi antraks yang sudah dilakukan oleh Bidang Keswan dan Puskeswan Disnakan Boyolali pada bulan April 2019 lalu," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali, Afiany Rifdania, kepada detikcom, Jumat (24/5/2019).

Upaya pencegahan secara rutin tersebut dilakukan karena Boyolali pernah memiliki kasus penyakit antraks yang menyerang sapi di sejumlah daerah. Terakhir terjadi di Desa Karangmojo, Kecamatan Klego beberapa tahun lalu. Spora penyakit itu juga mampu bertahan hidup di dalam tanah selama puluhan tahun.

Afiany menyebutkan, tahun 2019 ini ditargetkan bisa melakukan vaksinasi antraks sebanyak 5.000 ekor sapi. Baik sapi perah maupun sapi potong. Anggaran vaksinasi ini merupakan dari dana Pusat atau APBN.

Vaksinasi tersebut hanya dilakukan di daerah endemis penyakit antraks saja. Yaitu Kecamatan Simo, Kecamatan Andong, Kecamatan Klego, Kecamatan Selo dan Kecamatan Ampel.

"Kami juga ada pengobatan ternak apabila ada yg terindikasi antraks, walaupun sampai saat ini tidak ada kejadian, tapi kita tetap melakukan kewaspadaan sebagai salah satu usaha pencegahan," tandas Afi.


Menurut Afi, Pemkab Boyolali juga akan memberikan bantuan dana atau kompensasi kepada peternak apabila ada ternak yang mati diduga terkena antraks. Asalkan ternak tersebut dibakar dan dikubur. Dana bantuan sosial (Bansos) itu bekerjasama dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) Boyolali.

"Kita ada dana Bansos kerjasama dengan BKD (Badan Keuangan Daerah) apabila ada ternak mati diduga kena antraks, asalkan dibakar dan dikubur akan diganti/kompensasi dengan dana bansos tersebut," imbuh dia.

Selain vaksinasi, Pemkab Boyolali juga terus memantau lalulintas ternak baik yang masuk maupun keluar Boyolali. Disnakan Boyolali memberlakukan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Untuk daerah-daerah endemis antraks, pihaknya juga memberlakukan surat keterangan bebas antraks selain SKKH tersebut.

"Ternak yang akan dikirim masuk atau keluar dari Kabupaten Boyolali, jika perlu harus melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan bebas dari anthrax," pungkasnya.


(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed