detikNews
Rabu 24 April 2019, 17:30 WIB

Bunuh Anggota DPRD Sragen, Dosen Nur Dimintai Duit Korban untuk Nyaleg

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Bunuh Anggota DPRD Sragen, Dosen Nur Dimintai Duit Korban untuk Nyaleg Pelaku pembunuhan anggota DPRD Sragen Sugimin. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Wonogiri - Seorang caleg DPRD Sragen dari Partai Golkar, Sugimin, tewas di Wonogiri sehari sebelum hari pencoblosan. Polisi memastikan tidak ada motif politis dalam pembunuhan yang dilakukan dosen perguruan tinggi di Kediri, Nurhayati itu.

Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti, menjelaskan bahwa Nur melakukan pembunuhan karena merasa kesal kepada Sugimin. Nur beberapa kali dipaksa memberikan sejumlah uang untuk modal pencalegan Sugimin.

"Sebelumnya minta Rp 10 juta, kemudian terakhir Rp 750 juta. Tapi tidak diberikan oleh tersangka," kata Uri dalam jumpa pers di Mapolres Wonogiri, Rabu (24/4/2019).

Karena tak mau memberikan uang, Sugimin sempat mengancam akan menculik anak Nur yang berusia 8 tahun. Akhirnya, mulai 11 April 2019, Nur memberikan kapsul diare beracun saat Sugimin mendatangi rumahnya.


"Jadi motifnya memang karena sakit hati, ditekan terus menerus hingga memiliki niat membunuh," ujarnya.

Selain dosen, Nur memiliki usaha konveksi. Dengan Sugimin, Nur juga memiliki kerja sama terkait usaha konveksi itu. Di luar itu, mereka berdua diduga memiliki hubungan asmara.

Fakta lainnya, pelaku memakaikan baju Golkar kepada korban sebelum meninggal. Diduga hal tersebut dilakukan hanya untuk mengaburkan fakta pembunuhan.


"Sebelum dibawa ke RSUD, pelaku sempat memakaikan pakaian Golkar ke badan korban. Tapi motifnya masih kita dalami nanti," ujar Kapolres.

Nur disangkakan dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Dia diancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.
(bai/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com