DetikNews
Rabu 27 Maret 2019, 13:03 WIB

Menghitung Biaya Hidup Mahasiswa di Kota Purwokerto

Arbi Anugrah - detikNews
Menghitung Biaya Hidup Mahasiswa di Kota Purwokerto Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Kota Purwokerto. Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Purwokerto - Bagi mahasiswa perantau yang akan menjalani studi di Kota Purwokerto, barangkali sedang sibuk mencari tempat tinggal. Berikut ini informasi terkait rentang harga sewa kos dan biaya hidup mahasiswa di Purwokerto yang bisa jadi pertimbangannya.

Di Kota Purwokerto terdapat beberapa perguruan tinggi mulai dari negeri seperti Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan swasta seperti Universitas Wijayakusuma (Unwiku), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), dan Universitas Nahdatul Ulama (UNU). Selain itu juga masih terdapat belasan sekolah tinggi lainnya.

Fasilitas Kota Purwokerto sendiri saat ini terus berkembang dan lengkap, sehingga memudahkan mahasiswa untuk beraktifitas. Mulai dari angkutan Kota hingga transportasi ojek online.


Untuk urusan kos-kosan, di Kota Purwokerto rata-rata biaya kos dipatok selama satu tahun, berkisar Rp 2 juta hingga Rp 8 juta per tahunnya. Pastinya dengan fasilitas yang berbeda pula tergantung harganya.

Seperti kata Dimas, seorang pemilik kos-kosan di sekitar Jalan Kampus Unsoed Purwokerto mengatakan jika biaya kos di sekitar kampus Unsoed berkisar Rp 2-8 juta, fasilitas yang ditawarkan pun berbeda-beda. Dia sendiri menawarkan tujuh kamar kos dengan harga Rp 3,5 juta dan 6 kamar kos dengan harga Rp 7,5 juta per tahun.


"Tempat saya itu yang kamar mandi luar Rp 3,5 juta dan yang kamar mandi dalam Rp 7,5 juta. Udah sama listrik bisa bawa televisi dan pasang AC sendiri tambah 50 ribu per bulan. Wifi patungan 50 ribu per bulan dan sudah ada air sumur," kata Dimas kepada detikcom, Rabu (27/3/2019).

Berbeda dengan Dimas, pemilik kos di sekitar kampus UMP, Bayu Nur Sasongko mengatakan jika biaya kos kosan di wilayahnya sekitar Rp 2-6 juta per tahunnya. Dia mematok harga Rp 3 juta per tahun untuk mahasiswa yang menyewa kamarnya.


"Di sini (Sekitar kampus UMP) tidak ada yang per bulan, rata-rata pertahun. Kalau di tempat saya Rp 3 juta per tahun, takut pada kabur, ada 9 kamar. Karena fasilitasnya yang beda-beda jadi harganya pun beda-beda juga, Rp 3,5 juta ada, yang Rp 6 juta juga ada," ungkapnya.

Sementara menurut salah seorang mahasiswa Unsoed, Doni Ramadani mengatakan jika biaya kos dia per tahun mencapai Rp 4,5 juta dengan fasilitas kasur, meja, lemari dan kamar mandi di dalam. Namun dia mengaku jika tidak memilih kos-kosan di sekitar kampus Unsoed karena terbilang lebih mahal.

Untuk urusan makan, mahasiswa asal Tangerang ini mengatakan jika biaya makan di Purwokerto terbilang murah, untuk sekali makan di warteg berkisar antara Rp 7 ribu-Rp 15 ribu. Sedangkan untuk kebutuhan nongkrong bersama teman-teman biasanya dia menghabiskan biaya sekitar Rp 30 ribu-Rp 100 ribu.

"Yang membuat saya nyaman hidup di Purwokerto adalah kotanya tergolong kota yang aman dan masih menjunjung tinggi nilai kearifan lokal, serta biaya kebutuhan hidup mulai dari biaya makan sehari-hari hingga kebutuhan kuliah itu masih murah," jelasnya.

Sedangkan Ilham Adi Laksono, mahasiswa Unwiku asal Wonosobo juga mengaku jika dia tidak kos di daerah sekitaran kampus. Dengan biaya kos per bulan sekitar Rp 420 ribu sudah cukup baginya untuk mendapatkan fasilitas kos seperti WiFi, kamar tidur dan kasur serta dapur bersama.

Untuk urusan gaya hidup, dia yang per bulan diberikan uang saku oleh orang tuanya sekitar Rp 1,2 juta ini tidak terlalu ambil pusing, pasalnya hanya dengan nongkrong di cafe kecil dan membeli kopi dan cemilan seharga Rp 15 ribu sudah cukup bagi dirinya.

"Gaya hidup khsususnya di lingkungan saya itu biasa saja, yang membuat nyaman adalah saya bisa bergaya sesuai keadaan diri saya tanpa adanya gengsi. Jadi biaya hidup biasa saja tidak ada perubahan signifikan," ucapnya.

Apalagi untuk urusan makan, biasanya dia dan teman-teman di kos lebih seringnya masak sendiri agar kebutuhan hidup selama kuliah lebih irit. Dengan belanja Rp 20 ribu, dia mengaku sudah cukup untuk makan sendiri sebanyak tiga kali.

"Sedangkan kalau beli makan seharga Rp 20 ribu bisa dua kali makan bahkan cuma sekali," ucapnya.
(arb/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed