detikNews
Selasa 19 Maret 2019, 12:41 WIB

PPP Ungkit 'Kardus Durian' Muhaimin, Karding Sebut Motif Persaingan

Rinto Heksantoro - detikNews
PPP Ungkit Kardus Durian Muhaimin, Karding Sebut Motif Persaingan Abdul Kadir Karding (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo - PPP jengah ketika politisi PKB menyebut Romahurmuziy sebagai musuh Islam setelah kena OTT kasus suap. PPP ganti mengingatkan kasus 'kardus durian' yang pernah melibatkan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar. Namun politisi PKB, Abdul Kadir Karding, menyebut hal itu merupakan motif persaingan saja.

Saling lontar peranyataan itu bermula ketika politisi PKB, Maman Imanulhaq, menyebut Romy sebagai musuh Islam karena tersandung kasus korupsi.

Tak terima dengan tudingan itu, giliran PPP yang mengingatkan kasus 'kardus durian' yakni uang Rp 1,5 miliar disimpan dalam kardus durian yang disita KPK pada OTT terhadap petinggi Kemenakertrans dengan dugaan penggelontoran dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah (DPID) terhadap 4 kabupaten di Papua pada tahun 2011 lalu. Saat itu, Muhaimin menjabat sebagai Menakertrans.


Menyikapi masalah tersebut, politisi PKB Abdul Kadir Karding menyebut bahwa saling singgung kader kedua partai itu hanyalah bermotif persaingan.

"Oh, itu biar urusan hukum saja, kita nggak tahu. Itu kan motif persaingan aja," kata Karding kepada detikcom saat menghadiri acara konsolidasi tim pemenangan Jokowi di Purworejo, Selasa (19/3/2019).

Terkait dengan kasus hukum yang menyangkut Rommy, Karding mengaku turut prihatin. Meski demikian, pihaknya menyerahkan kasus tersebut sepenuhnya sesuai hukum yang berlaku.

"Pak Romy apapun adalah sahabat terdekat kami, sebagai kawan kami prihatin kami sedih dan kami sungguh berempati termasuk juga kepada temen-temen PPP. Wilayah hukum penanganan Mas Rommy adalah wilayah KPK, kami tidak bisa campur tangan," lanjutnya.


Karding yakin kasus yang membelit Rommy merupakan urusan pribadi dan tidak akan menggerus elektabilitas paslon Pilpres yang diusung oleh PPP. Justru Karding yakin bahwa di Jawa Tengah Jokowi akan meraih 80 persen suara.

"Saya rasa ini tidak ada hubungannya dengan TKN, tidak ada hubungannya dengan paslon, ini murni urusan pribadi mas Rommy. Jadi tidak ada sedikitpun yang menggerus. Hari ini kan saya tidak kampanye diri saya, saya hanya kampanye Pak Jokowi, targetnya di Jateng dapat 80 persen," lanjutnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com