DetikNews
Selasa 19 Maret 2019, 12:19 WIB

Tanah Labil, Warga Sekitar Lokasi Longsor di Imogiri Bantul Mengungsi

Pradito Rida Pertana - detikNews
Tanah Labil, Warga Sekitar Lokasi Longsor di Imogiri Bantul Mengungsi Muhammad Aris, warga Kecamatan Imogiri, Bantul yang tinggal di daerah rawan longsor. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul - Labilnya tanah di sekitar lokasi longsoran, Dusun Kedung Buweng, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul membuat warga mengungsi. Sebanyak lima kepala keluarga (KK) telah mengungsi dan dua KK lainnya baru hari ini mengungsi.

"Polisi sama BPBD (Kabupaten Bantul) sudah mengharuskan ngungsi, jadi saya sama keluarga sementara mau mengungsi. Kalau di sini (RT 02 Dusun Kedung Buweng) ada dua KK yang disuruh mengungsi, dua KK itu sudah sama punya saya," ujar Muhammad Aris (47), warga yang diharuskan mengungsi oleh polisi dan BPBD saat ditemui detikcom, Selasa (19/3/2019).

Karena itu, Aris saat ini telah bersiap-siap untuk mengungsi nanti sore ke rumah saudaranya. Selain dua KK di Dusun Kedung Buweng, ada lima KK lainnya yang diharuskan mengungsi.

"Lima KK sudah mengungsi sejak Minggu (17/3) malam. Ini baru siap-siap mengungsi, rencananya mau ngungsi sementara di rumah saudara dekat Pasar Lama Imogiri," ujar Aris.

Pria yang juga mantan Ketua RT 02 Dusun Kedung Buweng ini menyebut bahwa ia mantap untuk mengungsi setelah tadi malam terjadi longsoran susulan di TKP. Terlebih, kondisi istrinya saat ini sedang kurang sehat.


"Tadi malam ada longsoran lagi tapi kecil, jam 1 dini hari itu saya dengar suara kreket-kreket seperti pohon berdekatan, ternyata longsor," katanya.

Menurut pria yang sudah tinggal di Dusun Kedung Buweng selama 17 tahun ini, sebetulnya penghuni dua rumah yang terkena longsoran tanah hari Minggu malam sebelumnya telah diperingatkan BPBD. Peringatan itu untuk mengosongkan rumah karena masuk daerah rawan longsor.

Suasana di sekitar lokasi longsor, Kecamatan Imogiri, Bantul. Suasana di sekitar lokasi longsor, Kecamatan Imogiri, Bantul. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Dua rumah itu sudah diperingatkan untuk dikosongkan 2-3 yang tahun lalu, tepatnya pasca pembangunan di sana (bangunan calon makam Sri Sultan HB X)," ucapnya.


Warga lain yang mengungsi, Doni Praditya Setiawan (35) mengatakan, bahwa ia telah mengungsi sejak hari Minggu (17/3) malam, tepatnya setelah tanah longsor yang menimbun dua rumah di RT 02 Dusun Kedung Buweng. Doni memilih mengungsi karena sebelumnya pernah menjadi korban tanah longsor.

"Rumah saya pernah kena longsor tahun 2017, saat itu jebol-jebol bangunannya, dan ini kedua kalinya karena rumah saya berada di bawah lokasi longsoran. Karena itu saya milih mengungsi saja ke rumah saudara di (Dusun) Pundung, Wukirsari (Imogiri)," ujarnya.

Doni juga menuturkan, bahwa harta benda yang berada di rumahnya belum terevakuasi. Hal itu karena lokasi rumah berada persis di bawah TKP, sehingga ia takut terjadi longsoran susulan saat mengevakuasi harta bendanya.


"Saya sudah ngungsi tapi barang-barang masih di rumah, karena itu yang paling dibutuhkan saya saat ini bantuan pakaian dan air," katanya.

Doni menambahkan bahwa ia tidak menolak apabila Pemerintah berupaya merelokasi tempat tinggalnya. Mengingat rumah yang ditinggalinya saat ini masuk daerah rawan longsor.

"Saya ini sudah dua kali kena tanah longsor, jadi saya minta pemerintah mengupayakan relokasi, karena ini menyangkut nyawa juga, Mas," ujarnya.

Diwawancarai terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto menjelaskan, bahwa BPBD secara berkala telah melakukan sosialisasi kepada warga yang tinggal di daerah rawan longsor.

"Memang kita kan sosialisasi tidak hanya ke dua warga (yang terdampak longsor di Dusun Kedung Buweng) tapi ke semua warga Bantul yang tinggal di zona merah," ujarnya saat dihubungi detikcom, Selasa (19/3/2019).

"Karena ada 2.000 (jiwa) lebih masuk zona merah, dan paling banyak itu di (Desa) Wukirsari dan (Desa) Selopamioro karena di dua tempat itu tanahnya berpasir dan labil," imbuh Dwi.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed