DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 14:49 WIB

Bupati Demak Diperiksa Bawaslu Terkait Deklarasi Dukung Jokowi

Wikha Setiawan - detikNews
Bupati Demak Diperiksa Bawaslu Terkait Deklarasi Dukung Jokowi HM Natsir (Foto: Dok. Bawaslu Demak)
Demak - Bupati dan Wakil Bupati Demak, Jateng, HM Natsir dan Joko Sutanto, diperiksa Bawaslu terkait dugaan pelanggaran kampanye. Keduanya dipersoalkan karena hadir pada deklarasi 31 kepala daerah Jateng mendukung Jokowi di Solo, 26 Januari lalu.

Natsir dan Joko Sutanto hadir acara di Hotel Alila Solo atas undangan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, tersebut. Acara dihadiri sekitar 31 kepala daerah di Jateng dan diakhiri dengan deklarasi mendukung Jokowi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Khoirul Saleh, menuturkan pemanggilan keduanya itu merupakan tindak lanjut dari instruksi Bawaslu Provinsi Jawa Tengah.

"Menindaklanjuti instruksi Bawaslu Provinsi Jawa Tengah tentang kegiatan pada Sabtu tanggal 26 Januari 2019 di Surakarta. Yang mengundang Pak Ganjar, ada 31 Bupati dan Walikota se-Jawa Tengah, dan salah satunya Bupati dan Wakil Bupati Demak," ujarnya kepada wartawan di Kantor Bawaslu Kabupaten Demak, Selasa (12/2/2019)


Di dalam dokumen berupa video dan foto dari Bawaslu Provinsi Jateng, lanjut dia, menunjukkan adanya ungkapan untuk mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

"Sesuai dokumen yang kami terima ada semacam ungkapan untuk mendukung salah satu paslon presiden dan juga gestur menunjukkan satu jari dari yang hadir," paparnya.

"Keterangan di klarifikasi, undangannya hanya lewat watshapp di nomor ajudan. Beliau (Natsir) juga katanya kebetulan memang ada acara keluarga di Solo. Sementara, untuk jari, katanya itu ikut-ikutan yang lain. Kalau mobil pakai mobilnya ajudan pribadi," ungkap Khoirul.


Hasil klarifikasi tersebut nantinya akan diserahkan ke Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. "Soal pelanggaran atau tidak nantinya kami serahkan hasil klarifikasi ke Bawaslu provinsi karena lokasi acaranya tidak di Demak," imbuhnya.

Sementara Bupati Demak, HM Natsir mengaku acara tersebur berisi tentang Pemilu tanpa hoax. "Iya diajak. (Acaranya) Pemilu tanpa hoax. Soal jari itu spontan saja tidak ada paksaan," tandasnya singkat.



Saksikan juga video 'Kepala Daerah Dukung Jokowi Bukan Berarti Jadi Kebal Hukum':

[Gambas:Video 20detik]




Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed