detikNews
Sabtu 05 Januari 2019, 18:29 WIB

Polisi Pastikan Perusak Nisan di Magelang adalah Pelaku Tunggal

Eko Susanto - detikNews
Polisi Pastikan Perusak Nisan di Magelang adalah Pelaku Tunggal AKBP Kristanto Yoga Darmawan (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Kota Magelang - Polres Magelang Kota masih mendalami motif tersangka melakukan perusakan nisan. Penyidik belum bisa mengambil kesimpulan dari pemeriksaan terhadap tersangka, FKB (25), karena kondisi kejiwaannya dinilai labil akibat depresi. Namun dipastikan FKB adalah pelaku tunggal.

"Motif dari tersangka (melakukan perusakan) ini masih kita dalami. Kita tidak bisa mengambil banyak kesimpulan dari pernyataan tersangka karena kondisi kejiwaan tersangka ini disinyalir mengalami depresi," kata Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, saat jumpa pres di Mapolres Magelang Kota, Sabtu (5/1/2019).


Kondisi depresi yang dialami tersangka tersebut disimpulkan penyidik dari hasil pemeriksaan awal dan dari data-data yang dihimpun dari pihak keluarga maupun dari RSJP dr Soerojo, tempat tersangka pernah menjalani perawatan.

"Insyaallah besok atau mungkin hari ini secepatnya nanti akan berkoordinasi dengan pihak RSJ untuk dilakukan observasi terhadap tersangka. Untuk segera menentukan, apakah betul mengalami masalah kejiwaan atau tidak," lanjut Kapolres.

Saat ditanya perihal kondisi kejiwaan yang seperti tersebut tersangka dimanfaatkan kelompok atau orang lain, Kapolres mengatakan, bahwa tersangka adalah pelaku tunggal perusakan 23 nisan di 4 makam umum yang berada di Kota Magelang.

"Kita menyatakan bahwa pelaku perusakan atau tersangka berinisial FKB ini adalah pelaku tunggal. Jadi, kita tidak bisa mengaitkan, apakah dipengaruhi kelompok lain dan sebagainya," kata dia.


Menyinggung perihal tersangka yang pernah dirawat di RSJ dengan status tersangka yang ditetapkan sekarang, Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan penyidikan kasusnya tetap dilanjutkan.

"Yang akan mengakses apakah itu batal demi hukum atau tidak karena berkaitan masalah kejiwaan bukan pihak kami. Tapi pihak dari kejaksaan dan pengadilan," kata AKBP Kristanto

"Yang jelas sampai dengan saat ini tersangka dikenakan Pasal 406 KUHP dan atau 179 KUHP. Dengan ancaman hukuman masing-masing di Pasal 406, lamanya 2 tahun 8 bulan dan Pasal 179 lamanya 1 tahun 4 bulan," tegasnya.




Tonton juga ' Ada Kampung 1000 Nisan di Aceh ':

[Gambas:Video 20detik]

Polisi Pastikan Perusak Nisan di Magelang adalah Pelaku Tunggal

(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed