Batal di Pantai, Pesta Kembang Api Ganti Tahun di Bantul Dipindah

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 28 Des 2018 13:10 WIB
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
bantul - Efek bencana tsunami Selat Sunda, sejumlah acara pergantian tahun di pantai di Bantul pindah lokasi. Salah satunya pesta kembang api di Pantai Parangkusumo berpindah lokasi ke perbukitan Gua Selarong, Pajangan, Bantul.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan pentas musik dan pesta kembang api awalnya akan digelar di Pantai Parangkusumo, Kretek. Namun, rencana itu berubah usai Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan terkait gelombang pasang di wilayah pantai selatan.

"Memang dipindah (dari Pantai Parangkusumo) ke Gua Selarong, itu karena pertimbangan kami terkait imbauan dari BMKG. Selain itu, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan saat perayaan malam pergantian tahun," katanya kepada wartawan, Jumat (28/12/2018).

"Karena kan datangnya tsunami juga tidak bisa diprediksi seperti yang di Banten itu," imbuhnya.

Ia mengatakan Gua Selarong di Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul sendiri dipilih sebagai lokasi pesta kembang api karena dinilai lebih aman. Mengingat Gua Selarong berada di kawasan perbukitan dan terbilang luas untuk menampung banyak orang.

"Meski lokasi acaranya dipindah, pantai tetap bisa dikunjungi wisatawan. Karena itu (Pantai) punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk merayakan malam pergantian tahun," ucapnya.

Disinggung mengenai pemindahan lokasi akan berdampak pada menurunnya kunjungan wisatawan ke pantai, ia tidak begitu mempermasalahkannya. Hal itu dikarenakan pendapatan dari sektor pariwisata Kabupaten Bantul tahun ini sudah melampaui target.

Adapun untuk target pendapatan dari sektor wisata yang dibebankan kepada Dinpar Kabupaten Bantul tahun ini sejumlah Rp 26,3 miliar, dan saat ini sudah tercapai Rp 28,2 miliar.

"Memang akhir-akhir ini ada penurunan kunjungan ke pantai. Tapi target kita (pendapatan dari sektor wisata) sudah tercapai, bahkan naik sekitar Rp 2 miliar," kata Kwintarto.

Dikonfirmasi terpisah, Komandan SAR Pantai Parangtritis Ali Joko Sutanto mengakui jumlah pengunjung Pantai Parangtritis pasca bencana tsunami Banten memang mengalami penurunan. Namun, menurutnya hal itu hanya berlangsung sementara saja.

"Pengunjung memang turun, tapi jelang malam pergantian tahun diperkirakan tetap naik karena Parangtritis itu salah satu tempat favorit wisatawan untuk merayakan tahun baru," ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (28/12/2018).

(bgs/bgs)