Kepada Hakim, Iwan Adranacus Mengaku Salah dan Sesali Perbuatan

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 29 Nov 2018 21:52 WIB
Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Bos pabrik cat Iwan Adranacus mengaku salah dan menyesali perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa seseorang. Hal tersebut terungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri Surakarta, Kamis (29/11/2018).

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Krosbin Lumbangaul ini berlangsung dengan agenda pemeriksaan terdakwa Iwan Adranacus. Hakim mencecar puluhan pertanyaan kepada terdakwa.

Hakim sempat menanyakan apakah Iwan merasa bersalah atas perbuatannya. Hakim juga bertanya apakah Iwan menyesali perbuatannya.

"(Mengaku) salah yang mulia, karena membuat meninggal," kata Iwan.


"Menyesal yang mulia. Karena tidak menyangka akibat yang timbul sampai seperti ini," ujarnya.

Namun Iwan mengaku bahwa tindakannya tersebut dilakukan bukan karena kesengajaan. Semua berjalan cepat dan tidak sesuai perkiraan.

Seperti saat detik-detik Iwan menabrak korban, Eko Prasetio. Dia mengaku tidak mengarahkan mobilnya ke arah Eko. Dia hanya ingin mendekat dan meminta penjelasan dari Eko.

"Hanya ingin mengklarifikasi apa tujuannya. Kalau ada maksud jahat kepada kami, kalau di dekat kantor polisi kan bisa langsung terang benderang," ujar dia.


Saat tabrakan pun, Iwan mengaku tidak menyangka. Saat terjadi benturan, dia berusaha membanting setir ke kanan, namun tetap saja Eko terjatuh dan meninggal.

"Samping kiri mobil saya rasanya mengenai bagian tengah motornya. Saya melihat dari spion saat korban terjatuh," ujarnya.

Setelah mengetahui Eko terjatuh, Iwan pun sempat berhenti beberapa detik. Melihat banyak orang menghampirinya, dia pun melaju ke arah rumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian.

"Perasaan kami campur aduk, marah, bingung, merasa terancam. Saya inisiatif mengarah ke utara dan berhenti di depan tempat ujian SIM (depan rumah Iwan)," katanya.

Setelah itu, Iwan dihampiri massa. Beruntung petugas kepolisian segera datang, sehingga Iwan langsung diamankan ke Mapolresta Surakarta. (bgs/bgs)