Warga Banyumas Antusias Ikuti Jamasan Pusaka Dinasti Mataram

Arbi Anugrah - detikNews
Kamis, 22 Nov 2018 16:50 WIB
Jamasan pusaka peninggalan Dinasti Mataram (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas - Ratusan orang memadati Langgar Jimat Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Banyumas. Mereka antusias mengikuti prosesi jamasan atau membersihkan pusaka bersejarah peninggalan Amangkurat I, raja dari dinasti Mataram.

Amangkurat I atau Amangkurat Agung adalah salah satu raja dinasti Mataram yang yang bertahta pada 1646-1677. Dia pernah melarikan diri dari pusat pemerintahannya di Pleret, Yogyakarta, karena terjadi pemberontakan yang dipimpin Trunojoyo, seorang pangeran dari Madura.

"Dalam perjalanan dari Mataram meninggalan istana, beliau sampai di Desa Kalisalak. Beberapa senjata yang dibawa beliau ditinggalkan di Kalisalak," ujar Ketua Kerabat Desa Kalisalak, Bachtiar, di sela acara jamasan, Kamis (22/11/2018).
Warga Banyumas Antusias Ikuti Jamasan Pusaka Dinasti Mataram(Foto: Arbi Anugrah/detikcom)

Dikatakan ada enam pusaka keraton yang ditinggalkan di desa tersebut. Selanjutnya oleh warga, setiap tanggal 12 bulan Maulud dalam perhitungan Aboge, pusaka-pusaka itu selalu dibersihkan oleh warga.

Jamasan itu diakukan dengan cara berbeda-beda, sesuai jenis benda pusaka itu. Hal itu karena keenam pusaka itu yakni bekong (tempat air), lading penurat (jenis pisau), mata panah, mata tombak, bilah keris dan sebuah naskah. Selain itu juga terdapat beberapa pusaka lain milik para pengikut yang ditinggalkan.
Warga Banyumas Antusias Ikuti Jamasan Pusaka Dinasti Mataram(Foto: Arbi Anugrah/detikcom)

Sebelum melakukan prosesi penjamasan pusaka, diawali dengan kirab yang berangkat dari Balai Desa Kalisalak menuju Langgar Jimat, dengan membawa air dari beberapa sumur di Desa Kalisalak. Iring-iringan putri domas yang membawa berbagai sarana jamasan kemudian menyerahkan berbagai sarana jamasan kepada juru kunci langgar, tempat pusaka disimpan.

Satu demi satu benda pusaka berupa logam yang berada di Langgar Jimat dikeluarkan untuk dibersihkan. Benda yang pertama kali keluar adalah bekong.

Biasanya warga berusaha menghubung-hubungkan kondisi bekong saat dikeluarkan dari tempat penyimpanan. Jika kondisinya lembab atau basah, warga memperkirakan selama setahun ke depan akan banyak hujan. (mbr/mbr)