DetikNews
Selasa 13 November 2018, 07:11 WIB

Geramnya PDIP Melihat 'Raja Jokowi' Menguasai Jateng

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Geramnya PDIP Melihat Raja Jokowi Menguasai Jateng Satgas PDIP melepas stiker 'Raja Jokowi' (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Yogyakarta - Poster-poster dan stiker bergambar capres petahana Joko Widodo dengan kostum raja Jawa tersebar di pelosok Jawa Tengah. Hal ini membuat PDIP geram, karena merasa tidak membuatnnya. Tudingan mengarah ke lawan politik.

PDIP pun menginstruksikan kepada jajarannya di Jawa Tengah untuk menyisir jalanan dan mencopoti poster-poster tersebut. Tak hanya yang berbentuk spanduk, stiker di kaca mobil angkutan umum juga dicopoti.


Dalam poster tersebut digambarkan bahwa Jokowi mengenakan pakaian dan mahkota khas raja Jawa. Terdapat pula logo kepala banteng PDIP.

Setelah diusut, poster tersebut bukanlah atribut resmi yang dikeluarkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. DPP PDIP menyebutnya sebagai atribut siluman.

"Ada atribut 'siluman' yang dipasang di publik yang mencitrakan seolah-olah Jokowi seorang raja dengan mahkota," ujar Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, saat dimintai konfirmasi, Senin (12/11/2018).


Dia menduga poster-poster tersebut sengaja dipasang oleh orang-orang yang tak ingin Jokowi kembali menjabat sebagai presiden.

"Jelas, atribut ini datang dari kaum 'Anti-Jokowi Presiden'," kata Andreas.
Geramnya PDIP Melihat 'Raja Jokowi' Menguasai JatengMMT 'Raja Jokowi' yang dilepas kader PDIP (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)

"Ini adalah negative campaign yang dikembangkan oleh lawan Jokowi untuk menurunkan citra diri Jokowi yang sedang bagus-bagusnya. Kelompok 'Anti-Jokowi Presiden' ini tidak mampu lagi untuk berkompetisi dengan menampilkan citra diri positifnya," katanya.

Pantauan PDIP, poster tersebut sudah tersebar di 27 daerah di Jawa Tengah. Antara lain di Boyolali, Sukoharjo, Solo dan Purworejo.


Pencopotan juga dilakukan karena gambar tersebut dinilai melecehkan Jokowi. Gambar Jokowi yang seolah-olah menjadi raja sudah tidak sesuai dengan masa kini.

"Instruksi dari DPD (Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jateng) agar gambar tersebut segera diturunkan. Itu gambar melecehkan Jokowi, di era demokrasi tidak ada raja-raja yang ada hanya di pentas seni ketoprak, masa disamakan dengan raja ketoprak, ini teknik memecah belah antarpartai dan calon presiden kita," kata Ketua DPC PDIP Purworejo, Luhur Pambudi, Senin (12/11/2018).


Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, mengaku telah mengetahui siapa aktor di balik pemasangan poster. Dia mengatakan telah mengantongi nama-namanya.

"Ini bukan produk tim kampanye nasional atau daerah, bukan juga produk partai. Tapi juga ada lambang partai, berarti ada yang catut lambang partai. Siapa mereka? Kami sudah kantongi nama-nama, lihat ke depan seperti apa," kata Bambang saat dihubungi lewat telepon, Senin (12/11/2018).


Saksikan juga video 'PDIP: Jokowi Perlu Satu Periode Lagi':

[Gambas:Video 20detik]


(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed