DetikNews
Senin 15 Oktober 2018, 18:57 WIB

Kebakaran di Gunung Merbabu Sudah Mendekati Kawasan Puncak

Eko Susanto - detikNews
Kebakaran di Gunung Merbabu Sudah Mendekati Kawasan Puncak Kepulan asap kebakaran di Kawasan puncak Merbabu (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Kabupaten Semarang - Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) telah meminta bantuan kepada pemerintah pusat untuk memadamkan kobaran api di lereng Gunung Merbabu sisi barat. Hingga kini api masih berkobar dan telah mendekati kawasan puncak.

Kepala BTNGMb, Edy Sutiyarto, mengatakan sudah lebih dari 20 hektar lahan hutan di lereng Merbabu sisi barat yang ludes terbakar sejak Minggu siang kemarin. Hingga ini api masih berkobar.

Untuk memadamkan kobaran api di Gunung Merbabu, kata dia, telah meminta bantuan kepada pemerintah pusat. Permintaan bantuan tersebut telah disampaikan melalui Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Kementerian LHK.


"Kami belum tahu, tadi telepon Kasubditnya katanya anggaran untuk operasional water boom katanya sudah habis untuk ngebom-ngebom air di Luar Jawa. Tapi nggak tahu, tolong bisa dibantu bagaimana caranya karena api sudah mendekati puncak," kata Edy Sutiyarto di Basecamp Thekelan, Batur, Getasan, Kabupaten Semarang, Senin (15/10/2018).
Kebakaran di Gunung Merbabu Sudah Mendekati Kawasan Puncak(Foto: Eko Susanto/detikcom)

"Padahal tanggal 8 Oktober sudah mulai ditutup sampai 31 Oktober 2018 untuk jalur pendakian. Maka ini, saya juga masih tanda tanya juga (penyebab kebakaran), apakah ada pendaki yang cari-cari jalur-jalur tikus atau ada orang cari rumput yang naik kemudian merokok terus (baranya) belum mati betul. Ini belum, kira-kira apa penyebab kebakaran ini," lanjutnya.


Saat disinggung kebakaran secara alami, kata Edy, di Indonesia potensi kebakaran hutan secara alami kurang dari 10 persen sekalipun kondisi panas. "Panasnya di sini gesekan-gesekan apa? Di sini batu bara juga tidak ada," ujarnya.

Sambil menunggu jawaban dari pusat, kata dia, dilakukan pemadaman oleh relawan dan warga masyarakat baik dari jalur Cuntel, Thekelan dan Wekas Pakis, Kabupaten Semarang.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed