Relawan Jokowi Tegaskan Mancing Bersama Bukan Kampanye

Rin - detikNews
Sabtu, 08 Sep 2018 12:41 WIB
Foto: Dok. SoGo PeLuS/detikcom
Sleman - Relawan Jokowi-KH Ma'ruf Amin Untuk Kemuliaan Indonesia (Rejomulia) menegaskan tidak ada unsur kampanye dalam acara pelepasan 10 ton ikan lele di Selokan Mataram. Acara itu murni dalam rangka memperingati Amanat 5 September 1945.

"Tidak ada unsur kampanye, hanya kebetulan saja Rejomulia yang menggelar. Kita ajak mancing mania memperingati Amanat 5 September 1945, peristiwa bergabungnya Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman ke NKRI," kata Sekjen Rejomulia, Andreas Andi Bayu saat dihubungi detikcom, Sabtu (8/9/2018).

Andreas mengaku pihaknya telah koordinasi dengan Bawaslu DIY. Pihaknya menjelaskan konsep acara Mancing Gratis Geerrsama Sepanjang Selokan Mataram yang akan digelar Minggu (8/9) di 14 titik spot pancingan tersebut.

"Kita tahu aturan mainnya, tak ada penyampaian visi-misi, sama sekali tidak ada unsur kampanye," tandasnya.

Andreas juga menyebutkan acara yang rencananya akan dihadiri Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq, Relawan Bravo 5 yang beranggotakan purnawirawan, sejumlah ulama dan komedian itu telah mendapat izin kepolisian.

"Kita sudah menyampaikan pemberitahuan ke Polda DIY, Polres Sleman, dan Polsek-Polsek yang dilalui acara ini, diizinkan," imbuhnya.

Sejumlah komunitas peduli lingkungan memprotes rencana aksi menyebar 10 ton ikan lele di Selokan Mataram karena khawatir memicu kerusakan ekosistem setempat. Komunitas yang menamakan diri Solidaritas Gotong-royong Peduli Lingkungan Sungai (SoGo PeLuS) telah berkirim surat ke Bawaslu DIY.

"Iya kita surati Bawaslu juga, kita ingin jangan sampai kegiatan kampanye dilakukan dalam hal yang berpotensi merugikan lingkungan," kata salah satu aktivis SoGo PeLuS, Irwanjasmoro saat dihubungi detikcom, Jumat (7/9/2018).

Irwan mengaku selain Bawaslu, pihaknya telah berkirim surat ke Badan Lingkungan Hidup DIY, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Yogyakarta, dan ditembuskan kepada Gubernur DIY serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta. (bgs/bgs)