detikNews
Selasa 04 September 2018, 12:39 WIB

Pemkab Bantul Beri Bantuan Hukum untuk Kasus Penangkap Kepiting

Usman Hadi - detikNews
Pemkab Bantul Beri Bantuan Hukum untuk Kasus Penangkap Kepiting Bupati Bantul, Suharsono. (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Bantul - Pemkab Bantul akan memberikan bantuan hukum kepada Tri Mulyadi, nelayan asal Srigading, Sanden, Bantul, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polair Polda DIY. Tri menjadi tersangka sejak Agustus lalu.

"Iyalah dibantu (diberikan bantuan hukum), karena dia (Tri) juga sebenarnya enggak tahu kalau dilarang," kata Bupati Bantul, Suharsono, kepada wartawan di Bantul, Selasa (4/9/2018).

Tri menjadi tersangka karena menangkap kepiting dengan berat di bawah 200 gram per ekornya. Dia disangka melanggar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 56 tahun 2016.


Suharsono mengatakan, sebenarnya Pemkab tidak bisa mengintervensi proses hukum yang dijalani Tri. Namun pihaknya akan berupaya memberikan bantuan secara maksimal kepada salah satu warganya itu.

"Nelayan sudah matur (mengatakan) kepada saya juga, katanya (karena) kurangnya sosialisasi. Jadi memang itu kan saya lepas beberapa ratus (kepiting) waktu itu, jadi dia (Tri) tidak tahu (aturannya)," ujarnya.


Menurutnya, keberadaan kepiting sebenarnya telah diatur secara rinci oleh pemerintah. Pemerintah juga telah menerbitkan regulasi dengan tujuan supaya keberadaan kepiting tidak habis habitatnya.

"Sudah ada aturannya, saya larang, saya lepasin terus. Jadi kalau misalnya masih kecil-kecil ya dilepas lagi," paparnya.

"Kalau seperti Menteri Susi (kepiting) yang bertelur jangan (ditangkap). Tapi kalau itu siap dikonsumsi silakan enggak apa-apa," lanjutnya.


Dia mengakui sekarang ini sosialisasi atas peraturan pemerintah terkait kepiting kurang maksimal. Oleh sebab itu, pihaknya berjanji akan lebih mensosialisasikan lagi kepada para nelayan di pesisir selatan Bantul.

"Ya nanti kita gerakkan lagi sosialisasi. Kemarin (nelayan) sudah audiensi dengan saya nelayan itu. Juga minta bantuan (hukum) yang kena kasus itu, dia tidak tahu," tutupnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed