DetikNews
Sabtu 18 Agustus 2018, 12:45 WIB

Menengok Kembali Jejak Perjuangan Tentara Pelajar di Purworejo

Rinto Heksantoro - detikNews
Menengok Kembali Jejak Perjuangan Tentara Pelajar di Purworejo Makam Pahlawan di Desa Wareng, Purworejo. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo - Sejarah pengorbanan para anggota Tentara Pelajar (TP) berawal dari serangan Belanda yang terus terjadi padahal kemerdekaan telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Peristirahatan terakhir para pejuang TP di Purworejo, Jawa Tengah menjadi jejak sejarah perjuangan dan pengorbanan mereka.

Seorang Sejarawan, Istiharto (78) yang ditemui detikcom di rumahnya di Kampung Plaosan, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo menceritakan bahwa beberapa pejuang 45 yang tergabung dalam TP dimakamkan di Makam Pahlawan Desa Wareng, Kecamatan Butuh. Mereka gugur ketika ikut mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1945 hingga 1949.

Berbagai serangan Tentara Pelajar dilakukan untuk menaklukkan tentara Belanda yang saat itu berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Namun dalam perjuangannya itu, terdapat 21 pahlawan dari Kedu Selatan gugur.

"Untuk pahlawan dari TP yang dimakamkan di Wareng ada 6 orang, sedangkan lainnya tersebar di daerah lain termasuk di Taman Makam Pahlawan Purworejo," kata Istiharto, Kamis (16/8/2018).

Makam Pahlawan di Desa Wareng, Purworejo.Makam Pahlawan di Desa Wareng, Purworejo. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Tentara Pelajar sendiri merupakan bagian dari Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) yang dipimpin oleh Imam Pratigyo. IPI berkembang pesat hingga saat ibu kota RI dipindah ke Yogyakarta dan IPI Purworejo menjadi IPI Kedu Selatan.


"Dalam kepengurusan IPI terdapat bagian pertahanan yang kemudian membentuk pasukan IPI dan disebut sebagai Tentara Pelajar," lanjutnya.

Menengok Kembali Jejak Perjuangan Tentara Pelajar di PurworejoMakam Pahlawan di Desa Wareng, Purworejo. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom


Sebelum pasukan muda yang tergabung dalam Brigade 17 itu akhirnya gugur, terjadilah serangan dari tentara Belanda yang saat itu menyerbu TP yang sedang melakukan pertemuan di daerah Wareng. Disinyalir, Belanda bisa mengetahui perihal pertemuan itu karena adanya mata-mata yang memberikan informasi tersebut dan melakukan serangan mendadak.


"Untuk mengenang jasa para pahlawan muda itu, maka mereka dimakamkan di komplek Makam Pahlawan Wareng dan sampai sekarang masih banyak yang berziarah terutama ketika bulan Agustus," imbuhnya.

Diwawancara terpisah, juru kunci makam, Ahmad Mustofa (50) menuturkan bahwa untuk menghormati para pahlawan tersebut, di area makam juga dibuat sebuah monumen atau prasasti yang ditulisi nama-nama TP yang telah gugur. Selain itu, setiap tanggal 16 Agustus malam selalu diadakan ritual renungan suci dan tabur bunga.

Menengok Kembali Jejak Perjuangan Tentara Pelajar di PurworejoJuru kunci makam menunjukkan monumen/prasasti bertuliskan nama-nama Tentara Pelajar yang gugur. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

"Yang hadir ya banyak ketika renungan suci itu dilaksanakan, biasanya dari pemdes, warga sekitar sini dan aparat keamanan. Tujuannya yang jelas ya untuk menghormati dan mendoakan mereka," ucap Ahmad ketika ditemui detikcom di area makam, Kamis (16/8/2018).

Tidak hanya itu, untuk mengenang jasa para pejuang 45 itu, nama Tentara Pelajar juga dijadikan sebagai nama jalan utama di kota Purworejo dan di daerah lain. Rencananya, Bulan September mendatang area makam tersebut agar direnovasi termasuk pendopo agar tetap terjaga dengan baik.

"Saya harap warga masyarakat juga bisa ikut memelihara makam ini," pungkasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed