Jadi Kurir Upal, Ibu-Anak Tertangkap di Pekalongan

Robby Bernardi - detikNews
Senin, 30 Jul 2018 13:04 WIB
Foto: Robby Bernardi/detikcom
Pekalongan - Seorang ibu dan anak warga Pemalang diamankan petugas Kepolisian Resor Pekalongan. Mereka terlibat dalam peredaran uang palsu (upal) di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Saat digelandang petugas untuk dilakukan ekspos kasus, ibu yang jadi kurir upal ini kemudian pura-pura pingsan. Petugas pun kemudian memapahnya dan ekspos kasus tetap dilakukan. Ibu yang jadi tersangka pun bisa menjawab pertanyaan wartawan.

Kedua pelaku yang berinisial SY (47) dan anaknya DS (25) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Comal, Pemalang. Mereka diamankan petugas di depan Musala Terminal Kedungwuni, Pekalongan.

Ditangan keduanya, polisi mengamankan uang palsu yang belum sempat beredar sebanyak 184 lembar pecahan seratus ribuan.
uang palsu pecahan 100 ribuanuang palsu pecahan 100 ribuan Foto: Robby Bernardi/detikcom

Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan di Mapolres Pekalongan mengatakankedua tersangka tertangkap atas laporan warga masyarakat yang menemukan banyak uang palsu di sekitar Pasar Kedungwuni.

"Atas dasar laporan warga inilah, anggota Polsek Kedungwuni langsung bertindak dan hasilnya, menemukan ibu-anak ini," kata Wawan Kurniawan.

Menurutnya ibu dan anak ini bertugas sebagai kurir untuk mengantarkan uang palsu kepada pemesan dari kenalannya di Semarang.

"Setiap kali mengantarkan uang, mereka diberi upah dari pelaku warga Semarang (saat ini masih dikejar polisi) dan pemesan upal, sebanyak duaratus ribu rupiah," terang Wawan.

Sementara itu SY seorang ibu dari tiga anak ini mengaku telah menjalani kurir uang palsu sudah 2 bulan terakhir ini. Biasanya, dirinya janjian sama temannya di Semarang di Kota Pekalongan untuk mengambil upal untuk diantarkan kepada pemesannya di Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

"Sudah dua bulan ini. Saya ajak anak pertama saya. Awalnya saya tidak tahu kalau itu uang palsu," kata SY.

Di Kabupaten Pekalongan sendiri, SY mengaku sudah lima kali mengantarkan uang palsu di satu titik yang sama yakni di dekat Pasar Kedungwuni oleh si pemesan uang palsu (masih dalam pengejaran polisi).

"Sudah lima kali mengantarkan ke sini (Pekalongan). Biasanya uangnya sedikit hanya lima juta. Terakhir banyak segitu," kata SY.

Selain di Kabupaten Pekalongan, SY mengaku juga pernah mengantarkan uang palsu di wilayah Kabupaten Pemalang di wilayah Kecamatan Moga.

Ia mengaku pekerjaan sebagai pengantar atau kurir upal terpaksa dilakukan untuk mencukupi kebutuhan tiga anaknya. Pekerjaanya sebagai buruh dirasa masih kurang setelah dirinya ditinggal pergi suaminya.

Selain mengamankan upal, polisi juga mengamankan sepeda motor yang digunakan ibu-anak tersebut untuk mengantarkan uang palsu.

"Kita masih kembangkan dan kejar pelaku lainnya," pungkas Wawan Kurniawan. (bgs/bgs)