DetikNews
Jumat 20 Juli 2018, 21:45 WIB

Dua Pasangan Suami Istri Ditangkap BNNP Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Dua Pasangan Suami Istri Ditangkap BNNP Jateng Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Dua pasang suami istri dibekuk tim Badan Narkotikan Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah di dua lokasi berbeda. Salah satu pasangan ternyata pengantin baru yang menikah 3 bulan lalu.

Pasangan pertama ditangkap di minimarket di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Pandean, Madiun, Jawa timur hari Kamis (19/7) kemarin pukul 17.56 WIB. Mereka bernama M Iqbal Khadafi (24) dan Khoirun Nisak (18) warga Sidoarjo.

Kabid Berantas BNNP Jateng, Suprinarto mengatakan penangkapan dilakukan dari hasil pengembangan kasus yang ditangani BNNP Jateng dan informasi warga. Pasangan tersebut ketika ditangkap mengendarai mobil Daihatsu Xenia warna putih dengan nomor polisi S 1756 ZJ.

"Seorang pria turun dari mobil sambil menenteng tas plastik hitam. Tim melakukan penangkapan terhadap pria dan wanita itu tanpa perlawanan," kata Suprinarto di kantornya, Jumat (20/7/2018).

Dari tas yang dibawa Iqbal, ada paket yang dibalut lakban transparan. Di dalamnya terdapat sabu dengan berat bruto 180 gram. Keduanya langsung dibawa ke kantor BNNP Jateng di Semarang.

"Berdasarkan informasi dari masyarakat, MIQ merupakan salah satu kurir yang sudah beberapa kali mengantarkan narkotika ke wilayah Surakarta, Jawa Tengah," tandasnya.

Di hari yang sama, pukul 19.30 WIB, dilakukan penangkapan di dekat traffic light Ngarsopuro, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Pasangan tersebut bernama Edi Wiyono (46) dan Silvia DK (28) warga Jebres Kota Surakarta.

"Keduanya mengendarai motor dan berhenti di lampu merah kemudian duduk di trotoar dan mondar-mandir seperti sedang mencari sesuatu kemudian mengambil barang di sekitar lampu merah," jelasnya.

Pasangan itu kemudian dibekuk dan ditemukan paket dengan lakban cokelat yang isinya sabu dengan berat bruto sekitar 6 gram. Menurut Suprinarto dua pasangan yang ditangkap itu memiliki jaringan yang sama.

"Kalau kita tarik ke atas, dua pasangan suami istri ini satu jaringan, diatasnya ada," pungkas Suprinarto.

Salah satu pasangan yaitu Iqbal dan Nisak ternyata pengantin yang baru menikah 3 bulan lalu. Iqbal mengaku baru 2 bulan ini melakoni bisnis haram tersebut dan istrinya tidak mengetahui.

"Sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan istri. Dia tidak tahu kalau mau ambil barang. Saya ajaknya ke Madiun," kata Iqbal.

Sementara istrinya menimpali kalau ia bermaksud ke rumah mertua. Ia sempat bertanya ketika mobil justru melaju terus dan tidak menuju jalan ke rumah mertua.

"Awalnya mau ke mertua. Saya juga tidak tahu itu apa," ujarnya.

Saat ini kasus dua pasutri itu masih ditangani BNNP Jateng. Namun untuk pasangan Iqbal dan Nisak dikoordinasikan juga dengan BNNP Jawa timur.
(alg/bgk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed