DetikNews
Jumat 06 Juli 2018, 17:18 WIB

Sejumlah SKTM Abal-Abal Ditemukan di PPDB Kota Magelang

Pertiwi - detikNews
Sejumlah SKTM Abal-Abal Ditemukan di PPDB Kota Magelang Foto: Pertiwi/detikcom
Magelang - Ada upaya kecurangan yang dilakukan sejumlah orang tua siswa saat Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Magelang. Tercatat ada sebanyak 6 Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) abal-abal yang dipergunakan untuk mendaftar di SMAN 1 Magelang.

Temuan SKTM abal-abal tersebut langsung ditindaklanjuti oleh tim verifikator PPDB SMAN 1 Magelang dengan melakukan peninjauan langsung ke rumah para pendaftar.

"Ada sebanyak 19 siswa yang mendaftar menggunakan SKTM di hari pertama hingga ketiga. Dari jumlah tersebut, enam diantaranya ternyata kami temukan berasal dari keluarga mampu, rumah cukup bagus dan mewah, penghasilan cukup," jelas Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Sumarsono di SMAN 1 Magelang, Jumat (6/7/2018).
so

Dia menambahkan, dari hasil verifikasi, 4 SKTM dinilai tidak layak. Sedangkan dua lainnya belum sempat diverifikasi namun sudah lebih dulu dicabut oleh pendaftar.

"Di SMAN 1 Magelang memang ada tim verifikator sebanyak 11 orang yang bertugas memverifikasi SKTM calon siswa yang dikhawatirkan hanya dipergunakan untuk mendongkrak poin," terangnya.

Ketua PPDB SMAN 1 Magelang, Hari Sumantyo, menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan verifikasi bagi calon siswa yang mendaftar menggunakan SKTM.

"Tim verifikasi terjun langsung kerumah calon siswa. Verifikasi ini akan kami lakukan hingga pengumuman diterima-tidaknya calon siswa pada 11 Juli mendatang," kata Hari.

Terpisah, Kepala SMAN 2 Magelang, Agung Mahmudi, juga mengatakan bahwa pihaknya menemukan penggunaan SKTM abal-abal yang digunakan calon siswa.

"Tim PPDB kami menemukan empat calon siswa yang menggunakan SKTM tidak semestinya. Saat kami verifikasi dan wawancara yang bersangkutan, akhirnya bersedia mencabut berkas SKTM dan mau bersaing secara sportif," jelas Agung.

Dia memastikan, pihaknya sangat tegas dalam penggunaan SKTM abal-abal yang tidak tepat penggunaannya.

"Kami berharap calon siswa bisa bersaing secara sehat untuk masa depan mereka juga," tandasnya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed