DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 16:13 WIB

Mensos akan ke Toba Berikan Bantuan Mobil Dapur Umum

Ragil Ajiyanto - detikNews
Mensos akan ke Toba Berikan Bantuan Mobil Dapur Umum Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Menteri Sosial, Idrus Marham, akan ke Toba, Sumatera Utara untuk melihat langsung penanganan korban kapal tenggelam di Danau Toba. Disana, Mensos akan memberikan bantuan mobil dapur umum.

"Sore hari ini saya melanjutkan perjalanan ke Sumatera Utara, ke Toba. Kita akan berikan bantuan mobil untuk dapur umum, karena disana perlu dapur umum," ujar Idrus Marham ditemui usai menjadi pembicara dalam acara Dialog Nasional Indonesia Maju di Balai Sidang Mahesa, Boyolali Sabtu (23/6/2018).

Tak hanya bantuan mobil untuk dapur umum, Idrus menyatakan juga akan memberikan bantuan-bantuan lainnya. Namun bantuan lain tersebut disesuaikan dengan kebutuhan disana.

"Disamping tentu nanti bantuan-bantuan lain, setelah kita lihat kondisi daerah disana, korbannya bagaimana dan lain-lain. Insya Allah besok saya sudah sampai disana (Toba)," kata Idrus Marham.

Idrus mengemukakan, sejak sebelum dan sesuah Lebaran sudah mendatangi sejumlah daerah yang terjadi bencana untuk menyampaikan bantuan. Antara lain ke Sulawesi yang terjadi kebakaran dan ke lokasi bencana tambang emas di Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Jadi begini, saya sebelum dan sesudah lebaran saya keliling indonesia. Saya ke Sulawesi karena disana ada kebakaran, kemudian baru kemarin saya ke NTB terkait dengan bencana tambang emas, kita sudah berikan bantuan semua disana," jelasnya.

Di NTB, lanjut dia, pihaknya juga memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang pengelolaan pertambangan. Sehingga pertambangan tersebut aman.

"Disana (NTB) sekaligus kita meluruskan, memberikan penjelasan kepada masyarakat, bahwa pengelolaan tambang itu apabila tidak dilaksanakan sesuai aturan bahayanya besar," imbuh dia.

Meskipun demikian, lanjut dia, pihaknya meminta jika terjadi bencana agar ditangani dulu masyarakat yang menjadi korban. Jangan justru terjadi perdebatan soal tambang ilegal maupun tidak ilegal.

"Ketika ada bencana dan ada korban jangan dulu kita diskusi legal atau tidak legal. Tapi tangani dulu rakyatnya, setelah ditangani rakyatnya baru kita bicara legal atau ilegal."

Menurut dia, kepada para korban sudah berikan bantuan. Setiap keluarga diberikan bantuan untuk ahli waris Rp 15 juta. Korban luka-luka diberikan Rp 2,5 juta setiap orang.

"Selain itu untuk keluarga yang meninggal kita masukkan sebagai peserta PKH dan rastra," kata dia.

Idrus menyatakan, setiap ada bencana maka instrumen kementerian sosial di Pemprov dan Kabupaten/Kota serta Tagana akan langsung turun memberikan bantuan. Termasuk dalam kejadian banjir bandang di Banyuwangi.

"Tentu semua, setiap ada bencana instrumen Kementerian Sosial yang ada Kepala Dinas Sosial, di provinsi dan kabupaten, ditambah Tagana. Setiap ada bencana ada tanggap darurat cepat. Di setiap provinsi kita sudah punya bantuan disitu, ada di gudang-gudang. Begitu ada bencana, ada yang kena dampak bencana langsung bergerak berikan bantuan. Ini sudah jalan semua," tandasnya.
(bgk/bgk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed