DetikNews
Selasa 24 April 2018, 16:55 WIB

Pilgub Jateng 2018

Unggul di Survei, Ganjar-Yasin Belum Aman dari Tsunami Politik

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Unggul di Survei, Ganjar-Yasin Belum Aman dari Tsunami Politik Ganjar-Taj Yasin saat Debat Cagub Jateng (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Survei Lingkaran Survei Kebijakan Publik (LSKP) Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut pasangan Ganjar-Yasin unggul di Pilgub Jateng. Namun 'tsunami politik' bisa bisa mengubah persepsi pemilih secara drastis.

Dengan metode multi stage random sampling, responden 600 orang, dan margin of error sebesar ±4,1 persen, Ganjar-Yasin didukung 50,3 persen suara, kemudian Sudirman-Ida didukung 10,5 persen suara, sedangkan 39,2 persen belum menyatakan sikap.

"Kalau tidak ada tsunami politik atau kejadian luar biasa, Ganjar bisa dua periode," kata Direktur LSKP-LSI Denny JA, Sunarto Ciptoharjono dalam konfrensi pers di Hotel Grand Candi Semarang, Selasa (24/4/2018).


Sunarto menjelaskan, tsunami politik itu bisa berupa blunder politik karena pernyataan atau tindakan. Jika terjadi, efeknya akan sangat luar biasa kepada pemilih. Bisa juga berupa tindakan hukum.

"Blunder politik, bisa tindakan, pernyataan, di luar itu, penangkapan atau apa. Punya efek elektoral," tandasnya.

Meski demikian, dalam survei ke 600 responden tidak ditanyakan detail kepada responden terkait kasus apa yang bisa mempengaruhi paslon. Namun dari pengalaman LSI di daerah lainnya, celah-celah dari kandidat yang bisa membuat blunder antara lain soal moralitas, kasus narkoba, dan terakhir adalah kasus korupsi. Hal itu juga bisa membuat pergeseran pemilih.

"Yang membuat celah, tidak di sini (Jawa Tengah), pertama kasus moralitas, punya selingkuhan, pernah memperkosa. Kemudian kasus narkoba, kasus korupsi. Korupsi tidak ditempatkan pada pilihan pertama. Kasus besar akan mempunyai kekuatan elektoral, menggeser pilihan," terang Sunarto.


Dalam waktu yang relatif singkat yaitu 2 bulan sebelum Pilkada serentak, tsunami politik memang menjadi hal yang bisa berpengaruh, namun menurut Sunarto, strategi lawan dari petahana juga bisa berpengaruh jika berjalan lancar.

"Perlu kerja keras dari pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah," tegasnya.

Menurut LSI, Ganjar unggul diberbagai lini termasuk menarik perhatian kaum milenial. Sedangkan Sudirman Said kalah dalam survei karena merupakan pendatang baru walaupun ia putra daerah.

"Faktornya Sudirman Said masih diangap baru walau lahir di Jateng. Relatif masyarakat Jateng kurang mengenal, perlu waktu panjang untuk pengenalan," ujarnya.
(alg/mbr)
Baca Juga
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed