DetikNews
Jumat 06 April 2018, 20:58 WIB

Sebut Perekonomian Melemah Namun SBY Optimis Masa Depan Indonesia

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sebut Perekonomian Melemah Namun SBY Optimis Masa Depan Indonesia Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Sragen - Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melawat ke Kabupaten Sragen dalam rangkaian safari politiknya. Kali ini SBY bertemu dengan pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Di depan pebisnis, SBY mengajak untuk optimistis menatap masa depan. Bahkan SBY menyebur Indonesia bisa menjadi negara 10 besar dunia dengan tingkat perekonomian tertinggi pada 2030 nanti.

"Tahun 2030 jika ekonomi dijaga pertumbuhannya dikelola benar, kebijakan, program, strategi benar maka Indonesia bergeser dari nomor 16 menjadi nomor 10 dunia," kata SBY dalam Dialog Kewirausahaan UKM di gedung Putra Dadi Sejahtera, Sragen, Jumat (6/4/2018).


Dia menilai hal tersebut sangat mungkin terjadi. Selain karena Indonesia mengalami bonus demografi, pengalamannya mengatakan bahwa Indonesia mampu melakukan itu.

Pada 1998 dan 2008, Indonesia mengalami krisis ekonomi. Namun di bawah kepemimpinannya, SBY menyebut Indonesia tak hanya selamat, tetapi justru bisa masuk dalam G20.

"Dengan izin Allah, kita bukan hanya selamat tapi justru masuk anggota G20. Yang lain pertumbuhannya drop, jatuh. Ada yang minus sekian persen, ada yang 0,1 sekian persen," ujarnya.

Dia pun membandingkan masa pemerintahannya dengan masa sebelumnya. Di masanya, perekonomian Indonesia meningkat hampir empat kali lipat.


"Waktu saya melanjutkan kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri, tahun 2005 pendapatan kita besarnya 1.100 dolar AS per kepala per tahun sejak Indonesia merdeka. Selama 2004-2014 naik 350 persen jadi 3.760 dolar," ujar dia.

Di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, dia menyebut perekonomian kembali melemah. Dari pertumbuhan yang rata-rata 6 persen, kini menjadi 5 persen.

"Saya terus berharap pemerintah bekerja lebih giat agar kembali 6 persen. Kalau demikian maka pendapatan rakyat lebih baik, pengangguran berkurang, lapangan kerja lebih banyak," pungkasnya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed