DetikNews
Jumat 23 Maret 2018, 18:54 WIB

Gelombang Capai 4 Meter, Nelayan Kulon Progo 3 Hari Libur Melaut

Ristu Hanafi - detikNews
Gelombang Capai 4 Meter, Nelayan Kulon Progo 3 Hari Libur Melaut Nelayan di Pantai Congot, Kulon Progo. (Foto: Ristu Hanafi/detikcom)
Kulon Progo - Para nelayan di Kulon Progo memilih berlibur melaut. Mereka memilih rehat mencari ikan karena faktor cuaca akibat siklon tropis Marcus yang melanda pesisir selatan Jawa.

Jumadi, salah seorang nelayan di Pantai Congot mengakui dalam beberapa hari terakhir ini nelayan tidak pergi melaut karena faktor cuaca.

"Selama dua tiga hari ini tidak masuk, karena gelombang tinggi, gak berani nelayan. Ada nelayan yang bilang gelombang tinggi banget, 3-4 meter," ujarnya, ditemui di Pantai Congot, Jumat (23/3/2018).

Baca juga: Penjelasan BMKG tentang Siklon Marcus yang Lintasi Selatan Yogya

Pantauan di lokasi, tampak kapal-kapal nelayan diparkir di atas pasir pinggir pantai. Beberapa terlihat diikat memakai tali. Juga tampak jaring ikan yang terbungkus terpal ditaruh di samping kapal.

"Kalau gelombang tinggi, cuaca tidak mendukung, pasti (nelayan) tidak ada yang berani masuk," jelas Jumadi.

Gelombang Capai 4 Meter, Nelayan Kulon Progo 3 Hari Libur MelautPerahu nelayan yang tidak melaut. (Foto: Ristu Hanafi/detikcom)

Diberitakan sebelumnya, BMKG mengimbau kepada para nelayan pantai selatan DIY agar mewaspadai gelombang tinggi laut. Kondisi ini dampak dari siklon tropis Marcus yang melintasi wilayah Samudera Hindia, atau selatan Pulau Jawa. Peringatan dini dikeluarkan BMKG sejak 21 Maret kemarin hingga 26 Maret 2018.

Baca juga: Siklon Marcus Jauhi Indonesia, Gelombang Laut Masih Tinggi

Siklon tropis Marcus terdeteksi melintasi wilayah Samudera Hindia atau tepatnya di selatan Pulau Jawa selama 24 jam terakhir. Saat ini posisinya menjauhi wilayah Indonesia ke arah selatan-barat daya. Namun dampak siklon yang tumbuh dari wilayah Australia itu masih dirasakan di pesisir selatan Jawa.

"Posisi hari ini, siklon tropis Marcus di sebelah barat Australia atau di selatan Jawa, dengan jarak sekitar 1.450 km. Tapi kondisi ini masih menyebabkan adanya peningkatan tinggi gelombang di selatan Jawa termasuk Yogyakarta, berkisar 2,5-4 meter," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono, melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat pagi.

Bagi nelayan serta masyarakat yang tinggal di pesisir selatan, lanjut Djoko, agar mewaspadai dan berhati-hati terhadap gelombang tinggi khususnya ketika melaut.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed