DetikNews
Rabu 14 Maret 2018, 17:52 WIB

Tersangka Polemik dan Perusakan Aset PT RUM Bertambah Jadi 7 Orang

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Tersangka Polemik dan Perusakan Aset PT RUM Bertambah Jadi 7 Orang Salah satu kerusakan di PT RUM Sukoharjo akibat kemarahan warga pada Jumat (23/2). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Sukoharjo - Empat orang kembali ditangkap oleh tim gabungan Polri, Rabu (14/3/2018) dini hari. Penangkapan dilakukan terkait dengan kasus PT Rayon Utama Makmur (RUM).

Mereka adalah Sukemi Edi Susanto (36), warga Celep, Nguter, Brilian Yosef Naufal (19) warga Juron, Nguter, Bambang Hesthi Wahyudi (53) warga Sukoharjo dan Danang Tri Widodo (35) warga Kelurahan Nguter, Nguter.

"Dua orang ditangkap terkait perusakan aset PT RUM. Dua orang lainnya ditangkap atas pelanggaran UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE)," kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, saat ditemui di Mapolres Sukoharjo.


Dua tersangka kasus perusakan PT RUM ialah Sukemi dan Brilian. Mereka merupakan hasil pengembangan dari tiga orang tersangka yang sudah ditangkap sebelumnya.

Sedangkan dua tersangka yang disebut melanggar UU ITE ialah Bambang dan Danang. Mereka diduga menyebarkan ujaran kebencian dan postingan mengandung unsur SARA.


"Kita melangkah berdasarkan bukti yang ada. Polisi menemukan postingan yang patut untuk dipersangkakan," ujar Kapolres.

Kasus bermula saat warga Sukoharjo melakukan aksi demonstrasi karena tidak betah menghirup bau busuk dari limbah PT RUM. Namun aksi demonstrasi berujung dengan perusakan dan pembakaran aset pabrik.

Sebelumnya, polisi telah menangkap tiga orang tersangka yang diduga terlibat dalam perusakan. Mereka adalah Muhammad Hisbun Payu alias Is, seorang mahasiswa, kemudian Kelvin Ferdiansyah dan Sutarno, warga Sukoharjo.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed