Tak Buat Aturan Khusus soal Cadar, Begini Penjelasan Rektor UNY

Usman Hadi - detikNews
Selasa, 06 Mar 2018 15:42 WIB
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sutrisno Wibowo. Foto: Dok Humas UNY
Yogyakarta - Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sutrisno Wibowo mengatakan tak ada aturan khusus tentang cadar di kampusnya. Dia menjelaskan, sebagai kampus negeri, pihaknya tidak ingin membedakan di antara mahasiswa yang menimba ilmu di UNY.

"Kami itu kan kampus negeri, jadi intinya semua perbedaan warga bangsa ini ya kita fasilitasi. Kami tidak membedakan dan kebetulan UNY tidak ada masalah, tidak ada sesuatu yang krusial dengan mahasiswi yang memakai cadar," katanya saat dihubungi detikcom, Selasa (6/3/2018).

"Sementara ini baik-baik saja, saya tidak secara khusus punya kebijakan (terkait mahasiswi bercadar)," lanjutnya.

Sutrisno mengakui memang di UNY terdapat sejumlah mahasiswi bercadar, namun jumlahnya sedikit. Selama ini hubungan mahasiswi bercadar dengan mahasiswa lainnya juga berjalan normal dan tidak ada masalah berarti.

"Alhamdulillah selama ini tidak ada (masalah). Ya mudah-mudahan tidak terjadi (masalah)," harapnya.


Sebelumnya, polemik mahasiswi bercadar mencuat saat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta secara resmi mendata dan membina mahasiswi bercadar yang ada di kampus. Kebijakan tersebut menuai pro dan kontra di masyarakat.

Karena kebijakan dari UIN Yogya tersebut mendapat perhatian luas, Sutrisno langsung berupaya menghubungi sejumlah kepala jurusan dan dekan di UNY. Intinya dia menanyakan bagaimana kondisi dan pergaulan mahasiswi bercadar di UNY selama ini.



"Begitu ada berita itu kan saya langsung mengkonfirmasi jurusan, dekan, tidak ada perlakuan khusus (buat mahasiswi bercadar) dan selama ini berjalan baik-baik saja," ungkapnya.

Sementara saat ditanya kemungkinan perilaku curang saat ujian oleh mahasiswi bercadar dengan memakai joki, menurut Sutrisno hal tersebut tidak mungkin terjadi. Sebab, para dosen sudah paham betul dengan yang bersangkutan meski bercadar.

[Gambas:Video 20detik]


"Kalau ujian itu kan sebenarnya dosen itu sudah hafal, jadi ujian semester, ujian kuliah itu kan dosenya sudah hafal, tidak mungkin (orangnya) bisa diganti. Ya suaranya, lalu gaya jalannya dan lain sebagainya itu kan sudah biasa (dikenali)," ungkapnya. (sip/sip)