DetikNews
Senin 22 Januari 2018, 10:57 WIB

Si Jersey Kulit dari Bantul, Gowes Telanjang Dada Serukan Antinarkoba

Ristu Hanafi - detikNews
Si Jersey Kulit dari Bantul, Gowes Telanjang Dada Serukan Antinarkoba Pesepeda Suwardiyono alias Bilal Madukoro (46) yang dijuluki Jersey Kulit. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Yogyakarta - Pesepeda Suwardiyono alias Bilal Madukoro (46) dijuluki Jersey Kulit. Julukan ini didapatnya karena pria yang tinggal di Bantul ini hobi gowes bertelanjang dada dan berkampanye antinarkoba.

Kepada detikcom, Bilal bercerita dirinya pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan selama menjalankan aksinya. Bilal pernah setidaknya tiga kali 'dilukai' oleh orang tidak dikenal.

"Ada pengalaman di Boyolali dikejar sekelompok pengendara motor, diumpat sok-sokan kampanye anti narkoba dan miras. Lalu di Semarang, saat saya bersepeda sengaja disenggol orang naik motor, dia langsung kabur. Dan di Sleman saat kampanye anti klitih, saya diteriaki dan diumpat sekelompok remaja," kata Bilal, ditemui detikcom di rumahnya di Banguntapan, Bantul, Senin (22/1/2018).

Tak hanya itu, dia juga sempat dilarang ikut acara sepeda resmi oleh panitia karena Bilal bersepeda tidak memakai baju.

"Saya akui pasti ada yang kontra, secara tidak langsung orang-orang yang mungkin merasa terusik dengan aksi kampanye saya. Tapi ini justru memantik semangat untuk terus bersepeda sambil berkampanye mengenakan 'jersey kulit'," lanjut Bilal.

Setelah beberapa kejadian tersebut, lanjutnya, dia sempat diingatkan oleh teman-temannya agar mempertimbangkan lagi untuk melanjutkan kampanye gowes 'jersey kulit'. Namun dia tetap nekat meneruskan aksinya yang berujung anggapan bahwa Bilal telah gila.


"Saya dan istri saya menganggap saya ini gila, apalagi orang lain. Tapi niat saya sejak awal tulus, orang mau bilang apa terserah mereka. Kini teman-teman mendukung penuh setelah saya beri pemahaman, respon positif dari publik juga lebih banyak yang saya terima dibanding respon negatif," paparnya.


Ditambahkannya, tema pesan kampanye yang ditulis di punggungnya saat bersepeda berbeda-beda tergantung isu aktual di daerah yang menjadi rute dia bersepeda. Tapi menurutnya yang paling sering adalah pesan anti narkoba dan miras.

"Selama istri mendukung, teman-teman mendukung, masih diberi kesempatan, saya akan tetap terus bersepeda 'jersey kulit'," pungkasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed