detikNews
Jumat 29 September 2017, 15:59 WIB

Terkait Korupsi di Sumbar, Polisi Sita 8 Bidang Tanah di Tegal

Imam Suripto - detikNews
Terkait Korupsi di Sumbar, Polisi Sita 8 Bidang Tanah di Tegal Penyitaan tanah hasil korupsi di Tegal. (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Tegal - Dittipidkor Bareskrim Mabes Polri, menyita 8 bidang tanah seluas 14 ribu meter di Tegal, Jateng. Tanah tersebut disita terkait kasus korupsi di Dinas Prasjaltarkim Sumbar, dengan tersangka Yusafni, selaku PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) Pemprov Sumbar.

Penyitaan ditandai dengan pemasangan papan warna merah sebagai tanda penyitaan untuk keperluan penyidikan, Jumat (29/9/2017) siang. Tanah berlokasi di Desa Margahayu, Kecamatan Margasari, tersebut diduga merupakan hasil korupsi dan tindak pidana pencucian uang oleh Yusafni.

Kanit Dittipidkor Bareskrim Mabes Polri, AKBP Rahmat Nurhidayat, mengungkapkan tanah-tanah itu dibeli Yusafni seharga Rp. 1,2 miliar dari hasil korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur strategis di Dinas Prasjaltarkim Sumbar.

"Uang hasil korupsi oleh Yusafni, sebagian dibelikan tanah di Tegal. Tanah ini merupakan akses jalan menuju ke lokasi penambangan galian C di Margasari," ungkap Rahmat Nurhidayat.

Terkait Korupsi di Sumbar, Polisi Sita 8 Bidang Tanah di Tegal Foto: Imam Suripto/detikcom

Dijelaskannya, pada tahun 2012 sampai 2016, Yusafni selaku PPTK pada proyek pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur strategis telah mencairkan anggaran untuk biaya ganti rugi pengadaan tanah sebesar Rp 120.032.754.170.

Uang itu seharusnya untuk membayar tanah di Jalan Samudra di Kota Padang dan pembebasan lahan lain untuk proyek flyover di Padang Pariaman. Namun kenyataannya tidak diberikan semua kepada pemilik tanah. Dana itu sebagian dikorupsi dengan cara membuat Surat Pertanggungjawaban (SPJ) anggaran yang tidak sebenarnya alias fiktif.

"Ini untuk menutupi seolah-olah pemilik tanah telah menerima semua ganti rugi tanah dari Yusafni, padahal itu laporan fiktif. Akibat perbuatannya itu, negara dirugikan sebanyak Rp 63 miliar," papar Rahmat.

Selain membuat laporan fiktif dan tidak membayarkan uang ganti rugi ke pemilik lahan, penyidik juga mengincar Yusafni dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Salah satu indikatornya adalah pembelian tanah untuk membuka bisnis pribadi.

Uang hasil korupsi ini salah satunya dibelikan 8 bidang tanah di Desa Margahayu, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal seluas 14 ribu meter lebih. Tanah ini dibeli pada tahun 2014 seharga Rp 1,2 miliar. Rencananya, tersangka akan menggunakan tanah itu untuk membuka bisnis penambangan golongan C saat pensiun.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com