Berusia Lebih dari 2 Abad, Begini Penampakan Primbon Mangkuprajan

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 16 Jul 2017 09:26 WIB
Serat Primbon Mangkuprajan. Foto: Bayu Ardi Isnanto
Serat Primbon Mangkuprajan. Foto: Bayu Ardi Isnanto
Solo - Serat Primbon Mangkuprajan telah berumur lebih dari 2 abad. Namun hingga saat ini masih tersimpan dengan baik di Museum Radya Pustaka Surakarta.

Kitab karya K.R.A. Mangkupraja itu ditulis dalam dua tulisan, yakni huruf Jawa kuno dan pegon. Pegon merupakan bahasa Jawa yang ditulis dengan huruf Arab. Pada bagian yang ditulis dengan pegon, cetakan halaman dibuat terbalik.

Dari bentuk fisiknya, kitab berisi 327 halaman ini terbuat dari bahan dluwang gendhong atau kertas dari kulit kayu Panaraga. Usianya yang renta membuat kondisi kertas sudah agak rusak.

Serat Primbon MangkuprajanSerat Primbon Mangkuprajan Foto: Bayu Ardi Isnanto
Naskah kuno itu telah melalui tahap digitalisasi untuk 'mengawetkan' ilmu di dalamnya. Tulisan-tulisan Jawa dan pegon dalam manuskrip itu juga telah ditransliterasi ke dalam tulisan latin agar lebih mudah dipahami.

Baca Juga: Membaca Kembali Serat Primbon Mangkuprajan yang Berumur 2 Abad

Dari segi isi, Primbon Mangkuprajan terdiri dari 28 bagian. Isinya merupakan kompilasi dari catatan-catatan Mangkuprajan tentang berbagai hal.

Baca Juga: Ada Mantra Pemikat Wanita di Primbon Mangkuprajan, Begini Bunyinya

"Isinya bermacam-macam. Ada catatan tentang Keraton Kasunanan Surakarta, suluk 20 sifat Allah, tasawuf Islam Jawa, hingga doa-doa dan mantra tentang pengasihan dan pengobatan," kata penerjemah di Museum Radya Pustaka, Totok Yasmiran saat ditemui detikcom, Sabtu (15/7/2017).

Serat Primbon MangkuprajanSerat Primbon Mangkuprajan Foto: Bayu Ardi Isnanto


Doa dan mantra yang tertulis di sini, kata Totok, banyak yang berkaitan tentang pengasihan atau mantra pemikat.

"Kebanyakan tentang pengasihan. Misalnya ketika mengejar wanita, harus puasa pati geni, tidak melihat cahaya selama tiga hari. Lalu membaca doa yang tertulis di sini," tuturnya. (sip/sip)