Membaca Kembali Serat Primbon Mangkuprajan yang Berumur 2 Abad

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 16 Jul 2017 08:03 WIB
Foto: Bayu Ardi Isnanto
Foto: Bayu Ardi Isnanto
Solo - Ribuan manuskrip kuno dan langka tersimpan di Museum Radya Pustaka, Solo. Salah satunya adalah Serat Primbon Mangkuprajan yang sudah berumur lebih dari dua abad.

Kitab yang satu ini memiliki keunikan dari cara penulisannya.

Kitab karya K.R.A. Mangkupraja itu ditulis dalam dua tulisan, yakni huruf Jawa kuno dan pegon. Pegon merupakan bahasa Jawa yang ditulis dengan huruf Arab. Pada bagian yang ditulis dengan pegon, cetakan halaman dibuat terbalik.

Dari segi isi, Primbon Mangkuprajan terdiri dari 28 bagian. Isinya merupakan kompilasi dari catatan-catatan Mangkupraja tentang berbagai hal.

"Isinya bermacam-macam. Ada catatan tentang Keraton Kasunanan Surakarta, suluk 20 sifat Allah," kata penerjemah di Museum Radya Pustaka, Totok Yasmiran saat ditemui detikcom, Sabtu (15/7/2017).

Tak hanya itu, tertulis pula di dalamnya tasawuf Islam, doa hingga mantra dan soal pengobatan. Manuskrip ini ditulis sekitar 1785-1815.

"Terdapat pula sedikit catatan mengenai peristiwa yang dialami sang penulis," imbuh Totok.

Naskah kuno itu telah melalui tahap digitalisasi untuk 'mengawetkan' ilmu di dalamnya. Tulisan-tulisan Jawa dan pegon dalam manuskrip itu juga telah ditransliterasi ke dalam tulisan latin agar lebih mudah dipahami. (sip/sip)