DetikNews
Selasa 04 Juli 2017, 08:41 WIB

Obama Sudah Bikin Yogya Mendunia, Jangan Lagi ada Warung 'Nuthuk'

Sukma Indah Permana - detikNews
Obama Sudah Bikin Yogya Mendunia, Jangan Lagi ada Warung Nuthuk Warung lesehan 'Intan' di Malioboro yang ditutup petugas. Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Kunjungan Barack Obama beberapa waktu lalu berhasil membawa nama Yogyakarta mendunia. Harus dijaga selanjutnya. Jangan dicoreng oleh ulah warganya yang tal simpatik. Termasuk jangan ada lagi ada warung 'nuthuk' yang bisa mengecewakan pengunjung.

Tak hanya media nasional, media asing ikut melaporkan kedatangan Obama dan keluarganya untuk berlibur di beberapa lokasi wisata di Yogyakarta dan sekitarnya.

Menginap selama dua malam di Yogyakarta, Obama dan keluarganya mengunjungi Candi Borobudur, Prambanan, dan Puncak Becici. Aparat TNI dan Polri memberikan pengamanan tamu VVIP setara Presiden kepada rombongan Obama.

Presiden ke-44 AS ini tampak menikmati liburannya dan menghabiskan malam terakhirnya di Yogyakarta dengan menyaksikan pertunjukan wayang kulit.

Seorang dalang tunanetra, Ki Agustinus Sardjono, diundang untuk menyajikan pagelaran wayang kulit secara private, hanya untuk keluarga Obama.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menyebut Obama seolah menjadi endorser untuk pariwisata Indonesia, khususnya Bali dan Yogyakarta. Pemberitaan media internasional pada liburan Obama di Yogyakarta salah satunya, merupakan promosi gratis.

"Sebagai tokoh dunia, Obama yang 8 tahun memimpin AS itu menjadi endorser bagi Borobudur, Prambanan, Bali dan Wonderful Indonesia," kata Arief kepada detikTravel, Minggu (2/7).

GKR Hemas menambahkan, kunjungan Obama diharapkan akan menggenjot jumlah wisatawan yang datang ke Yogyakarta.

"Saya kira beliau hadir di Yogyakarta termasuk kunjungan wisata yang akan menambah semaraknya wisatawan yang akan berkunjung ke Yogyakarta," tutur GKR Hemas kepada detikcom, Selasa (29/6).

Namun sayang, tak lama setelah Obama meninggalkan Indonesia, ramai info tak enak dari Yogyakarta. Media sosial ramai oleh informasi soal warung 'nuthuk' di Jalan Malioboro. Istilah 'nuthuk' dipakai warga lokal untuk menyebut penjual barang yang memasang tarif jauh di atas harga normal memanfaatkan momen-momen tertentu.

Seorang wisatawan mengunggah foto nota yang dibayarkan usai makan di warung lesehan bernama 'Intan' di media sosial. Harga makanan yang tertera di sana sangat tinggi dan tak wajar. Postingan itu viral dan menuai kecewa banyak pihak.

Obama Sudah Bikin Yogya Mendunia, Jangan Lagi ada Warung 'Nuthuk'Sanksi tegas diberikan kepada warung yang 'nuthuk'. (Foto: Edzan Raharjo/detikcom)

Baca juga:
'Nuthuk' Harga, Warung Lesehan di Malioboro Ditutup

Baca juga: Warung Lesehan yang 'Nuthuk' Harga di Malioboro Dijaga Petugas


Menindaklanjuti informasi ini, UPT Malioboro memanggil pemilik warung lesehan Intan. Sang pemilik kemudian menerima sanksi. Dia harus mengembalikan sisa uang yang telah dibayarkan pembelinya dan menutup sementara warungnya.

Plt Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (kominfosan) Kota Yogyakarta, Tri Hastono, mengatakan Pemkot Yogyakarta mengapresiasi adanya sanksi untuk tidak berjualan sementara.

Menurutnya, meski tak ada patokan harga, tapi diharapkan masing-masing pedagang memberikan informasi tidak terlalu berbeda satu dengan yang lainnya. Pengunjung di Malioboro diharapkan untuk tidak sungkan-sungkan bertanya ke UPT Malioboro jika dirasakan ada yang tidak sesuai.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Ancam Cabut Izin Warung Lesehan yang 'Nuthuk' Harga


Pemkot Yogyakarta juga mengancam akan mencabut izin warung lesehan yang menaikkan harga di luar kewajaran atau 'nuthuk' harga. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan permasalahan seperti ini tidak main-main karena menyangkut nama baik kota Yogyakarta.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengaku kecewa ada warung lesehan di Malioboro yang 'nuthuk'. Kasus tersebut, kata Sultan, telah mencoreng dunia pariwisata Yogyakarta. Padahal di satu sisi, baru saja Yogyakarta jadi perbincangan dan mendunia karena dikunjungi Obama dan keluarganya untuk berlibur.

Kemudian Sultan mengeluarkan pernyataan tegas terkait hal ini. Tak boleh lagi terjadi hal yang sama. UPT Malioboro diminta kerja serius menertibkan warung 'nuthuk'.

Baca juga: Sultan: Kasus Lesehan 'Nuthuk' Coreng Pariwisata Yogyakarta

"UPT Malioboro harus lebih aktif, tidak hanya nunggu aduan laporan, tapi harus menertibkan," kata Sultan kepada wartawan di Kantor Gubernur DIY di Kepatihan, Senin (2/7).

"Kalau saya, kalau UPT memang tidak mampu, saya ganti. Saya akan bicarakan ini dengan wali kota," tegasnya.
(sip/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed