DetikNews
Senin 10 April 2017, 14:10 WIB

Street Art: Tekan Vandalisme, Pemkot Solo Ciptakan Kampung Mural

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Street Art: Tekan Vandalisme, Pemkot Solo Ciptakan Kampung Mural Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mulai membuka pintu bagi para pecinta seni mural. Bahkan, Pemkot memberikan ruang khusus bagi mereka untuk mengkreasikan gagasannya daripada melakukan vandalisme.

Kepala Dinas Pariwisata, Basuki Anggoro Hexa, mengatakan pihaknya telah menyiapkan kawasan perkampungan di Kelurahan Kemlayan. Harapannya, lokasi tersebut dapat menjadi objek pariwisata baru dan segar di Kota Solo.

"Intinya kita ingin memperkuat pengembangan wisata. Selain itu juga dapat menyalurkan bakat anak-anak muda, komunitas-komunitas mural itu, daripada melakukan vandalisme," kata Hexa saat dihubungi detikcom, Jumat (7/4/2017) pagi.

Baca juga: Street Art; Melawan Kemapanan, Menjinakkan Keisengan

Saat ini, beberapa kajian tengah dilakukan. Antara lain kajian budaya dan ekonomi. Menurutnya, Pemkot akan memfokuskan kegiatan seni mural di Kemlayan saja.

"Ada wacana pengembangan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Tapi sudah ada kajian, justru satu kota itu cukup di satu blok saja. Itu lebih bagus," ujarnya.

Dengan adanya dukungan pemerintah terhadap mural, Hexa meyakini bahwa vandalisme berupa corat-coret tak bertanggung jawab, dapat berkurang.

"Dengan seperti ini kan mereka punya wadah untuk menyalurkan bakatnya. Jiwa-jiwa anak muda itu butuh diarahkan. Tetapi jika nantinya mereka nekat melakukan corat-coret di tempat yang dilarang, tentu akan kita proses hukum," tandasnya.

Baca juga: Ada Jokowi Narik Becak dalam Street Art di Solo

Melihat fenomena vandalisme, aktivis mural Solo, Irul Hidayat, mengatakan hal tersebut dilakukan karena tidak adanya wadah berkreasi. Cukup dengan wadah dan edukasi, vandalisme dapat berkurang.

"Masyarakat itu perlu edukasi, termasuk pemerintah, bagaimana menanggapi kesenian urban seperti mural ini. Mereka (pelaku vandalisme) itu hanya butuh eksistensi," katanya.

"Pada dasarnya jiwa mereka memberontak. Kalau mendapat perlawanan dari pemerintah justru mereka semakin memberontak. Jadi lebih baik dijembatani saja," ungkapnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed