Pemerkosa Herry Wirawan Lolos dari Hukuman Mati, Apa Kata Jaksa?

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 15 Feb 2022 14:26 WIB
Herry Wirawan hadir dalam sidang vonis kasus pemerkosaan 13 santriwati. Diketahui, sidang vonis tersebut digelar di PN Bandung.
Momen Herry Wirawan Hadiri Sidang Vonis Kasus Pemerkosaan 13 Santri (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Hakim memvonis Herry Wirawan pemerkosa 13 santriwati hukuman penjara seumur hidup. Hukuman tersebut tak sesuai dengan tuntutan jaksa. Apa respons jaksa?

"Pertama perlu saya sampaikan, kami JPU mengapresiasi dan menghormati putusan majelis hakim PN Bandung," ucap Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Asep N Mulyana usai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (15/2/2022).

Kendati demikian, Asep mengatakan ada beberapa putusan hakim yang mengambil pertimbangan dari tuntutan jaksa sebelumnya. Dengan kata lain, kata Asep, pihaknya menghormati apa yang jadi keputusan majelis hakim.

"Pertama tentu bahwa banyak pertimbangan yang dijadikan dasar majelis hakim diambil atas pendapat dengan tuntutan yang kami ajukan dalam persidangan sebelumnya. Bahwa kami mengapresiasi dan menghormati bahwa majelis hakim sependapat dengan kami untuk menerapkan bahwa perbuatan terdakwa sesuai dengan dakwaan primer kami. Itu sikap kami dengan putusan majelis hakim," tutur Asep.

Kendati demikian, pihaknya akan mempelajari lebih lanjut terkait putusan tersebut. Sehingga, sikap jaksa hari ini masih pikir-pikit.

"Jadi ada beberapa hal yang harus kami pelajari kembali untuk menetukan sikap kami," katanya.

Seperti diketahui, Herry dituntut hukuman mati oleh Jaksa. Akan tetapi, dalam vonis, hakim memvonis Herry dengan hukuman penjara seumur hidup.

"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara seumur hidup," ucap hakim.

Hakim menilai perbuatan Herry Wirawan telah terbukti bersalah sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76.D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

(dir/bbn)